Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kembang-kempis Usaha Buah Pisang di Tengah Masa Pandemi

Terbit 30 Dec 2020 09:28 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Pisang merupakan salah satu buah yang dapat dengan mudah kita temukan di Cianjur. Banyaknya konsumen pisang membuat petani dan pedagang pisang menjamur di Cianjur. Salah satunya adalah Abdul Fatah (62), warga Kampung Cikadu, Desa Cibinong Hilir Kecamatan Cilaku yang hingga saat ini masih bersemangat berjualan pisang.

Abdul bercerita, di usianya yang tak muda lagi, ia sudah berjualan usaha pisang di Cianjur kurang lebih lima tahun. Selama ini ia mengaku hanya menjajakan pisang milik orang lain, karena tidak punya modal atau kebun jika harus berjualan sendiri.

“Pisangnya punya orang lain, tapi masih dari keluarga saya. Saya hanya menjualkan saja dan keuntungannya nanti dibagi dua,” jelasnya saat diwawancarai , Rabu (30/12/2020).

Iklan sevilage

Ia melanjutkan, sebenarnya tidak sulit menjual pisang, namun saat musim hujan seperti ini kadang pendapatan menjadi tidak menentu. Ditambah masa pandemi Covid-19 yang tengah melanda Cianjur, tidak banyak orang yang membeli pisang.

Baca Juga
Yon TP 938/Pancasona Kebut Pemasangan TPT Saat TMMD di Kampung Sindang Kasih Cibinong
Berita · Berita terkait

“Kadang laku kadang tidak. Sebelum ada pandemi Covid-19, usaha pisang selalu bagus, nah setelah ada Covid-19 di Cianjur berdampak sekali. Karena pisang kan hanya bisa bertahan kurang lebih tiga hari saja,” paparnya.

Adapun pisang yang dijual Abdul cukup beragam, mulai pisang raja steler, raja bulu, pisang ambon, dan pisang lumut. Harganya pun tergantung dari ukuran dan berat pisang.

“Tergantung ukuran, paling yang dijual mulai Rp15 ribu sampai Rp25 ribu. Pendapatan bisa Rp60 ribu sehari,” ujarnya.

Abdul yang setiap hari mangkal di salah satu halaman rumah kosong di Jalan Siliwangi (pinggir Martabak Black Cianjur) ini sudah berjualan selama lima tahun. Badannya sudah tak cukup kuat lagi untuk berkeliling menjajakan langsung ke rumah-rumah warga. Apalagi harus membawa beban pisang cukup berat, hingga akhirnya ia putuskan untuk mangkal di satu tempat saja.

Baca Juga
Terhimpit Rencana Agrowisata, Warga Ciseureuh Batulawang Cemas Kehilangan Tempat Tinggal dan Masa Depan Anak
Berita · Berita terkait

“Saya di sini pulang pergi, tidak sewa tempat. Cuma beresnya harus rapih lagi, mangkal di sini kurang lebih sudah lima tahunan,” tuturnya.

Abdul menyebut, dulu di lokasi tempat ia mangkal saat ini ada pedagang sayuran yang banyak dibeli warga sekitar. Biasanya sejak subuh sudah buka dan Abdul pun sering kecipratan rezeki dari para pembeli sayur yang datang.

“Sekarang Mang Nana (pedagang sayur) sudah pindah, jadi memang tidak seramai dulu lagi,” ungkapnya.

Abdul hanya berharap Corona cepat berakhir dan kehiduoan bisa kembali normal. Sehingga aktivitas jualan bisa lancar lagi.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

“Mudah-mudahan tidak lagi ada Corona dan kehidupan kita bisa normal lagi,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan, Saripudin (62) warga Desa Sukajaya Kecamatan Cugenang yang juga sama-sama pedagang pisang. Sejak Covid-19 melanda, penjualan pisang menjadi menurun. Namun, demi menyambung hidup, Saripudin pun terus bertahan berjualan pisang.

“Saya berharap Covid-19 ini cepat usai. Biar dagang bisa tenang,” ungkapnya.(ct8/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{