HIPMI Cianjur Siap Dongkrak IPM, Minta Pelaku Usaha Tak Jual Komoditi Mentah
CIANJURUPDATE.COM – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Cianjur masa bakti 2026-2029 resmi dilantik di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (24/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru HIPMI Cianjur untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kapasitas UMKM, serta mempercepat hilirisasi berbagai komoditas unggulan Kabupaten Cianjur.
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Cianjur, Cahya Ibrahim, dalam sambutannya mengatakan Cianjur memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata hingga potensi bahari di wilayah selatan.

“Potensi Kabupaten Cianjur tidak main-main. Kita memiliki komoditas unggulan seperti beras pandan wangi, kopi arabika, hortikultura, hingga kekayaan bahari di Cianjur Selatan,” ujar Cahya.
Menurutnya, Cianjur juga memiliki berbagai destinasi wisata potensial, seperti perkebunan teh, Kebun Raya Cibodas, Situs Gunung Padang, serta potensi geowisata pesisir.
Cahya menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya, perekonomian Cianjur turut digerakkan oleh lebih dari 60.000 pelaku UMKM. Sektor tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Namun, di tengah besarnya potensi tersebut, Cianjur masih menghadapi tantangan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“IPM bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan panggilan tugas untuk HIPMI,” katanya.
Ia menjelaskan, HIPMI dapat berkontribusi terhadap peningkatan IPM melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas UMKM, pelatihan kewirausahaan, pendidikan vokasi, hingga digitalisasi bisnis.
Cahya juga menekankan pentingnya hilirisasi produk lokal. Menurutnya, Cianjur tidak boleh terus-menerus hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah.
“Jangan lagi kita menjual komoditas mentah. Kopi, hasil tani, dan olahan laut Cianjur harus kita beri nilai lebih melalui pengemasan modern, legalitas, sertifikat halal, serta standar ekspor,” ujarnya.
Selain hilirisasi, HIPMI Cianjur juga berkomitmen membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM lokal, mendorong digitalisasi usaha, serta memperkuat pengembangan ekonomi di Cianjur Selatan.
Ia menilai potensi pesisir selatan, perikanan tangkap dan pariwisata dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Cianjur.
Dalam kepengurusan periode 2026-2029, Cahya juga mengajak seluruh jajaran HIPMI memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dengan melihat keselarasan visi Kabupaten Cianjur melalui tagline “Cianjur Manjur Berjaya” dan semangat BPD HIPMI Jawa Barat “Maju Babarengan”, BPC HIPMI Kabupaten Cianjur kemudian mengusung tagline “Berjaya Babarengan.”
“HIPMI memiliki ekosistem yang kuat dalam perekonomian di Kabupaten Cianjur, khususnya dalam peningkatan UMKM. Oleh karena itu, secara resmi HIPMI Cianjur mengusung visi atau tagline: Berjaya Babarengan,” tutur Cahya.
Sementara itu, Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus baru BPC HIPMI Kabupaten Cianjur. Ia berharap regenerasi kepengurusan dapat memberikan energi baru bagi organisasi sekaligus menjadi penggerak perekonomian daerah.
“Kami melihat banyak wajah-wajah yang sudah berpengalaman dan juga ada wajah-wajah baru. Dan ini menjadi sesuatu yang baik tentunya, karena dengan regenerasi pada HIPMI bisa kemudian menyegarkan organisasi HIPMI,” kata Wahyu.
Ia berharap HIPMI dapat menjadi salah satu kekuatan yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur.
Menurut Wahyu, keberadaan pengusaha memiliki hubungan erat dengan peningkatan IPM, khususnya dari sisi perekonomian masyarakat.
“Para pengusaha ini sangat tentunya berdampak kepada peningkatan ekonomi Kabupaten Cianjur. Dan salah satu indikator dalam IPM kita adalah perekonomian warga masyarakat,” ujarnya.
Wahyu juga mendorong pengurus baru HIPMI menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam mengembangkan potensi komoditas lokal melalui proses hilirisasi.
Ia menyebut sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan, di antaranya kelapa, kopi, cokelat dan teh.
“Di sini kan kita ada kelapa yang masih dijual dalam bentuk kelapa mentah, lalu juga ada kopi yang masih dijual dalam bentuk biji kopi, lalu ada cokelat, dan lain sebagainya, teh, banyak,” ungkapnya.
Wahyu menegaskan Pemerintah Kabupaten Cianjur siap mendukung langkah HIPMI dalam mengembangkan dan meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas lokal.
“Kami dari pemerintah daerah tentu mendukung langkah-langkah tersebut, dan insyaallah bersama-sama dengan HIPMI dan keluarga besar pemerintah daerah, kita sesuai dengan tagline-nya: Maju Barengan,” pungkasnya.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


