Dramatis, Relawan Evakuasi Pendaki yang Alami Mati Rasa di Gunung Gede, Bobot Capai 140 Kilo
CIANJURUPDATE.COM — Sebuah video yang merekam aksi evakuasi seorang pendaki di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango via Gunung Putri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, beredar dan menjadi perhatian di media sosial TikTok melalui akun PENDAKI INDONESIA. Video tersebut menunjukkan momen para relawan dari basecamp saat menurunkan pendaki yang mengalami kram kaki parah.
Ali (37), seorang relawan dari organisasi Alam Terbuka (Alter), mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menimpa seorang pendaki bernama Roby asal Bekasi dengan berat badan berkisar antara 140 hingga 145 kilogram. Korban mengalami mati rasa saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung, sehingga sama sekali tidak dapat menggerakkan kaki ataupun melanjutkan perjalanan.
"Pendaki ini naik bertiga dengan temanya dua orang laki-laki satu orang perempuan, pada saat di pos 3 Buntut Lutung dia tidak bisa melanjutkan karena kakinya keram atau mati rasa dan tidak bisa digerakkan, sehingga temanya yang perempuan melapor dan meminta evakuasi," ungkap Ali saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Ali bersama tim dari basecamp Chepi segera bergerak naik melakukan penjemputan pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Tim penyelamat berhasil mencapai koordinat keberadaan korban di Pos 3 pada pukul 15.00 WIB.
BACA JUGA: Terjebak Macet di Jalur Puncak, Satlantas Polres Cianjur Evakuasi Pasien Darurat ke RS Cimacan
Mengingat karakteristik jalur pendakian via Gunung Putri yang didominasi oleh tanjakan terjal serta kondisi fisik korban yang memiliki bobot di atas rata-rata, tim harus menerapkan strategi evakuasi khusus secara bertahap.
"Awalnya kita evakuasi dengan digendong menggunakan sarung, namun karena bobot korban besar sehingga dilanjutkan dengan di tandu," jelas Ali.
Proses penurunan korban dari area hutan menuju batas permukiman memerlukan waktu dan tenaga ekstra dari para relawan. Perjalanan estafet menggotong tandu dari titik Pos 3 Buntut Lutung menuju kawasan Tanah Merah memakan waktu kurang lebih enam jam.
BACA JUGA: Pemkab Cianjur Jadikan HUT Bhayangkara ke-80 Momentum Perkuat Sinergi dengan Polri
"Karena bobot korban besar sehingga memerlukan waktu lumayan lama. Kami sampai dari jam 15.30 Wib sampai ke tanah merah jam 21.00 Wib," kata dia.
Setibanya di kawasan Tanah Merah pada malam hari, pendaki bernama Roby tersebut langsung dialihkan menggunakan transportasi ojek lokal untuk dibawa menuju area basecamp utama guna mendapatkan perawatan dan pemulihan lebih lanjut.
"Dan selanjutnya koban atas nama Roby lanjut dievakuasi menuju bescemp memaki ojek untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan lebih lanjut," tutup dia.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.
PT Inti Media Cianjur · QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank


