Relawan Geram, Kebakaran Gunung Gede Pangrango Disebut Kondusif, Datangi Kantor BBTNGGP
CIANJURUPDATE.COM – Sejumlah relawan mendatangi Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) di Jalan Kebun Raya Cibodas, Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Kedatangan para relawan tersebut berkaitan dengan penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede Pangrango.
Dalam video tersebut, salah seorang relawan meluapkan kekecewaannya terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa kondisi kebakaran di kawasan Kawah Wadon dan sekitarnya telah kondusif.

Relawan menilai kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya titik api yang membutuhkan penanganan serius. Bahkan, seorang relawan sempat menghentikan mobil dinas pihak balai dan mendesak menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataan mengenai kondisi kebakaran.
“Kita bertaruh nyawa di atas. Enggak ada perhatian dari BBTNGGP! Enggak ada perhatian! Saudara saya ratusan di atas, Pak! Ratusan lebih! Enggak ada perhatian dari Taman Nasional,” ujar seorang relawan berbaju kuning.
Ia juga menyoroti perjuangan para relawan yang secara sukarela melakukan penanganan kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango.
“Kita, hei, warga semuanya gratis, relawan berkorban nyawa! Mana Taman Nasional? Malah bilang kondusif!” katanya dengan nada emosi.
Menurut relawan, kondisi terkini di lapangan masih menunjukkan adanya api yang membesar.
“Update terbaru, api besar! Api membesar,” ujarnya.
Penanganan Kebakaran Masih Berlanjut
Sementara itu, berdasarkan siaran pers BBTNGGP yang diunggah melalui akun Instagram resminya pada Selasa 11 Agustus 2026 dengan nomor PG.21/T.2/TU/HMS.01.03/B/08/2026, upaya penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon masih terus berlanjut.
“Upaya penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), masih berlanjut,” tulis BBTNGGP dalam siaran pers tersebut seperti dikutip.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas BBTNGGP pada Senin (10/8/2026), masih ditemukan asap yang berasal dari dalam serasah di sekitar lokasi kebakaran. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5,8 hektare.
“Serasah yang cukup dalam berpotensi menyimpan bara dan memicu kembali munculnya api. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan kebakaran secara menyeluruh,” tulisnya.
Pada Selasa (11/8/2026), BBTNGGP juga menerima laporan dari tim volunteer terkait munculnya kembali titik api di sekitar Kawah Wadon yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pada pukul 06.00 WIB, tim BBTNGGP bersama enam orang volunteer melakukan peninjauan ke titik kebakaran melalui jalur Cibodas. Dari hasil peninjauan tersebut, tim mengonfirmasi masih terdapat dua titik asap di bibir Kawah Wadon.
BBTNGGP menyebut kondisi alam yang kompleks menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran. Kondisi serasah yang cukup dalam, medan yang sulit, serta jarak yang cukup jauh dari sumber air membuat upaya pemadaman di sekitar Kawah Wadon membutuhkan penanganan secara menyeluruh.
BBTNGGP bersama Manggala Agni, masyarakat, volunteer, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), petugas lintas instansi, dan seluruh pihak yang terlibat terus berkoordinasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
“Seluruh unsur tetap bersiaga terhadap perkembangan kondisi dan akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan untuk mencegah meluasnya kebakaran maupun munculnya titik api baru,” pungkasnya.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


