Ratusan Relawan dan Warga Penjinak Api Gunung Gede Pangrango Terima Uang 'Kadeudeuh' dari Pemprov Jabar
CIANJURUPDATE.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan apresiasi berupa uang lelah atau kadeudeuh kepada sekitar 486 lebih warga dan relawan yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap aksi tanggap darurat yang dilancarkan tim gabungan selama satu pekan.
"Hari ini saya bertemu masyarakat dan volunteer Gunung Gede Pangrango untuk memberikan bantuan kadeudeuh usai penanganan kebakaran hutan," ungkap Dedi di lokasi Cemp Pangsalatan Cibodas, Cipanas, Cianjur. Rabu (3/9/2026).

Ia menyebut, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, sebanyak 486 orang mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan lama keterlibatan dalam penanganan karhutla.
"Bantuan diberikan untuk masa keterlibatan maksimal 10 hari. Dana tersebut akan ditransfer melalui Bank BJB kepada relawan yang telah terdaftar," kata dia.
Sementara itu, Ketua Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), Eko Wiwid mengapresiasi perhatian pimpinan Provinsi Jawa Barat atas kepedulian yang diberikan kepada jajaran petugas lapangan.
"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian kadeudeuh, kanyaah dari pimpinan Provinsi Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi datang langsung bertemu masyarakat dan volunteer yang bersama-sama berjibaku memadamkan api," kata Wiwid.
Wiwid menegaskan bahwa upaya penyelamatan ekosistem di kawasan pegunungan tersebut berlandaskan komitmen bersama.
"Buat kami, Gunung Gede Pangrango bukan lagi siapa yang menguasai atau yang memberikan instruksi, tapi ini harus bersama-sama," ujarnya.
Ia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan moral bagi masyarakat lokal dan relawan untuk terus menjaga kelestarian alam sekitar.
"Ini adalah penyemangat bahwa ngamumule lembur, khususnya ngamumule leuweung, terus ngajagaan lembur, ngajagaan kabuyutan, ini adalah bagian dari penting," tutur Wiwid.
Berdasarkan data awal yang dihimpun tim pemadam, bantuan dialokasikan bagi sekitar 486 lebih penerima yang terdiri dari kelompok masyarakat lokal dan anggota organisasi relawan.
"Warga terdampak berasal dari tiga desa terdekat di kawasan lereng gunung, yakni Desa Sukatani, Desa Sinangjaya, dan Desa Cimacan," kata dia.
Ia menyebut, terkait penyaluran dana apresiasi tersebut ada beberapa poin-poin yakni, nominal bantuan senilai Rp600.000 per hari per orang. Penentuan jumlah penerima dan durasi tugas mengacu pada daftar absensi logistik yang awalnya mencatat kehadiran personel saat pengambilan konsumsi di posko pemadaman.
"Lamanya keterlibatan tiap personel bervariasi, mulai dari 2 hari, 3 hari, hingga 7 hari, sesuai masa tugas masing-masing di lokasi, Pencairan dana dilakukan secara non-tunai langsung ke rekening Bank BJB milik penerima sesuai data kependudukan (KTP), guna memastikan ketepatan penyaluran," tuturnya.
Kebakaran yang melanda kawasan puncak Gunung Gede Pangrango tersebut berhasil dilokalisasi hingga mencakup sekitar 5 hektar berkat respons cepat masyarakat setempat bersama relawan sebelum merembet lebih luas.
Wiwit menilai militansi masyarakat kawasan hutan menjadi benteng utama dalam mengendalikan dampak kebakaran. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengesampingkan ego sektoral dalam menjaga kawasan konservasi.
"Hilangkanlah rasa ego, rasa bahwa ini yang pengelola dan yang lainnya. Jadi egosentris dan ego sektoralnya dihilangkan, tapi bagaimana Gunung Gede Pangrango tetap ada yang menjadi tetap kehidupan masyarakat," tutup Wiwid.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


