Polemik Pemblokiran Rekening Nasabah, Anggota DPRD Jabar Minta Bank Mandiri Beri Penjelasan Terbuka
CIANJURUPDATE.COM — Polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, membuat Bank Mandiri menjadi sorotan publik. Isu tersebut bahkan memicu aksi tanggapan dari warganet yang mengaku memindahkan tabungan serta rekening payroll mereka ke bank lain.
Di media sosial, marak beredar unggahan yang memperlihatkan aksi pemotongan kartu ATM Bank Mandiri sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan pemblokiran rekening tersebut.
Menanggapi fenomena tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Onnie Soerono Sandi, menilai tindakan pemblokiran rekening nasabah tanpa notification atau pemberitahuan dapat menjadi preseden buruk jika tidak didasarkan pada mekanisme dan kewenangan regulasi yang jelas.

Onnie menjelaskan, pemblokiran rekening secara hukum memang dapat dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum (APH) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, jika tidak terdapat instruksi resmi dari pihak berwenang, bank tidak diperbolehkan mengambil tindakan unilateral.
"Kalau APH meminta kepada bank, itu bisa dilakukan. Tapi kalau tidak ada permintaan dari APH, tidak boleh, karena undang-undangnya mengatur seperti itu," ujar Onnie saat memberikan keterangan.
Onnie menyayangkan terjadinya polemik ini mengingat industri perbankan sangat bertumpu pada integritas serta tingkat kepercayaan dari para nasabahnya.
"Bank itu kan bisnis kepercayaan. Jangan sampai tindakannya mencederai tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank itu sendiri," katanya.
Oleh karena itu, Onnie mendorong pihak Bank Mandiri untuk segera memberikan klarifikasi secara transparan mengenai dasar hukum dan alasan pemblokiran agar tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
"Harusnya segera memberikan alasan kalau memang terjadi pemblokiran itu," tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini dirinya belum melakukan komunikasi langsung dengan pihak manajemen Bank Mandiri wilayah Jawa Barat mengenai isu terkait.
Di samping mendorong transparansi bank, Onnie juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang beredar di platform media sosial. Ia meminta publik menyikapi polemik ini secara tenang serta menahan diri sebelum adanya pernyataan resmi.
"Berita ini masih simpang siur, belum ada kejelasan. Sebaiknya masyarakat bisa meredam, bijaksana dalam bermedia sosial dan menahan diri," tutupnya.
Sementara itu, pihak Bank Mandiri belum memberikan keterangan dalam berita ini terkait polemik pemblokiran rekening tersebut.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


