Bulog Cianjur Pastikan Minyakita Bantuan Pangan Aman dari Kontaminasi Solar
CIANJURUPDATE.COM - Kasus Minyakita yang diduga berbau solar dan sempat terjadi di Jawa Tengah dipastikan tidak berdampak pada wilayah kerja Bulog Cianjur. Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memastikan seluruh produk Minyakita yang disalurkan melalui program bantuan pangan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi dalam kondisi aman dan layak konsumsi, Rabu(1/7/26).
Kepala Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan kualitas menyusul mencuatnya kasus Minyakita berbau solar di Jawa Tengah.
Menurutnya, seluruh produk yang bermasalah telah ditarik dari peredaran dan pihak produsen telah mengakui kesalahan serta bersedia mengganti produk tersebut.
"Yang saat ini bisa dipastikan bahwa minyak yang bermasalah itu sudah ditarik semua dan pihak pabrik sudah mengakui kesalahannya serta bersedia mengganti," ujarnya.
Azwar menjelaskan, Bulog Cianjur juga menerima pasokan Minyakita dari produsen yang sama. Namun, produk yang diterima di wilayah Cianjur berasal dari batch yang berbeda dengan produk yang dilaporkan terkontaminasi bau solar di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Pohon Besar Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Raya Bandung-Cianjur
"Kebetulan kita juga menerima dari pabrik yang sama, tetapi batch yang masuk ke Cianjur berbeda dengan batch yang terpapar solar di Jawa Tengah," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog Cianjur langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk yang diterima, mulai dari pengecekan visual, aroma, hingga uji goreng untuk memastikan kualitas minyak tetap sesuai standar.
"Kita lakukan uji goreng di kantor dan digunakan untuk konsumsi makan siang bersama. Alhamdulillah tidak ada indikasi Minyakita berbau solar, sehingga bisa dipastikan untuk wilayah kerja Bulog Cianjur aman," katanya.
Hingga saat ini, Bulog Cianjur juga mengaku belum menerima adanya keluhan maupun pengaduan dari masyarakat terkait kualitas Minyakita yang disalurkan melalui program bantuan pangan.
BACA JUGA: Putra Daerah Cianjur Robi Darwis Resmi Bergabung dengan Arema FC
"Tidak ada pengaduan dari masyarakat di Cianjur. Ini sejalan dengan hasil pemeriksaan kualitas yang sudah kami lakukan," ujarnya.
Menyikapi kejadian tersebut, Direksi Bulog juga telah menginstruksikan seluruh kantor cabang agar memperketat proses pemeriksaan kualitas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Jika sebelumnya pemeriksaan hanya dilakukan secara visual dan memastikan tidak ada kebocoran pada kemasan, kini Bulog menambahkan parameter pemeriksaan melalui uji goreng sebagai bagian dari standar pengendalian mutu.
Untuk penyaluran ke depan, Bulog menerapkan sistem pemeriksaan berlapis. Tahap pertama dilakukan oleh tim pemeriksa kualitas di pabrik sebelum produk dikirim, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang saat barang tiba di gudang Bulog.
BACA JUGA: Pohon Besar Tumbang di Jalur Cianjur-Bandung, 4 Kendaraan Tertimpa dan 4 Orang Luka
"Pengecekan sekarang dilakukan dua lapis, baik di pabrik maupun ketika barang sampai di gudang. Selain pemeriksaan warna dan bau, juga ditambah dengan uji goreng," jelasnya.
Azwar berharap pihak produsen dapat memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP) agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Selain itu, Bulog bersama dinas terkait dan pemerintah desa akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa produk yang disalurkan telah melalui proses pemeriksaan yang ketat dan berlapis.
"Kami memastikan barang yang disalurkan sudah melalui tahapan pemeriksaan berlapis sehingga kejadian seperti yang terjadi di daerah lain tidak akan terjadi di wilayah kami," pungkasnya.***






