Tujuh Atlet Rampungkan Ekspedisi Lari Ekstrem 207 Kilometer dari Pantai Lugina ke Gunung Pangrango
CIANJURUPDATE.COM — Tujuh atlet menyelesaikan ekspedisi lari ekstrem melintasi Kabupaten Cianjur dari pesisir Pantai Lugina hingga puncak Gunung Pangrango. Perjalanan menempuh jarak lebih dari 207 kilometer dengan elevasi mulai dari 0 hingga 3.019 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut berlangsung selama enam hari.
Ekspedisi yang diinisiasi oleh relawan Gede Pangrango Operation (GPO) bersama Montana Redwad Rimba ini digelar untuk mengenalkan potensi wisata alam Cianjur serta mengampanyekan kepedulian lingkungan.
Ketua Panitia Ekspedisi, Muhammad Zuhron, menjelaskan bahwa rute perjalanan dibagi ke dalam beberapa etape dengan rata-rata jarak tempuh sekitar 50 kilometer per hari.

“Rangkaiannya mulai dari titik 0 MDPL di Pantai Lugina sampai ke puncak Pangrango. Total ada enam hari, dengan satu hari khusus recovery. Setelah itu lanjut menuju Gunung Gede, Pangrango, dan berakhir turun di Cibodas,” ujar Zuhron, Rabu (9/9/2026).
Pada hari keempat, tim bergerak dari kawasan situs bersejarah Gunung Padang menuju Gunung Putri sebelum menanjak ke kawasan pegunungan atau Gunung Gede Pangrango.
"Nah untuk hari ke lima recovery di Sekretariat GPO. Dan hari ke enam berangkat dari GPO menuju Gunung Gede dan Pangrango. Alhamdulillah sekarang sudah selesai atlit sudah menempuh 207 kilo selama ekspedisi ini," kata dia.
Selain menghadapi perubahan medan dan kondisi cuaca, para peserta juga melakukan aksi pelestarian lingkungan, seperti penanaman mangrove di Pantai Lugina serta operasi bersih (opsih) sampah di sepanjang jalur pantai dan jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango.
Zuhron berharap kegiatan ini dapat menarik perhatian publik terhadap potensi pariwisata di kawasan Cianjur Selatan.
“Cianjur bukan cuma Gunung Gede dan Pangrango, tapi ada pantai selatan yang eksotis dan jarang tersentuh,” tambahnya.
Salah satu atlet peserta ekspedisi, Tanju Arifin, mengungkapkan bahwa seluruh pelari telah mengikuti latihan intensif dan dua kali simulasi sebelum pelaksanaan. Ia menyebutkan faktor cuaca dan medan menjadi hambatan utama selama perjalanan.
“Tantangan terberat ada di medan dan cuaca ekstrem. Namun berkat support dan koordinasi tim, semua berjalan lancar dan selamat,” kata Tanju.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ekspedisi ini mendapat dukungan dari Perum Perhutani serta Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
"Selain menjadi ajang tantangan fisik, ekspedisi ini diharapkan menjadi metode baru dalam mempromosikan destinasi wisata alam Cianjur secara berkelanjutan," tutup dia.
Atlit lainya, Yuan Bennito Safarjini menuturkan bawah dirinya merasa tidak percaya di usianya yang sudah tidak muda lagi masih bisa menyelesaikan ekspedisi tersebut.
"Saya merasa tidak percaya dengan usia yang sudah kepala lima bisa menyelesaikan ekspedisi ini. Karena serasa melawan diri sendiri," ungkap dia.
Menurut Benito, umur itu hanyalah angka, padahal yang sudah berumur pun bisa, asalkan bisa memenejemen latihannya dengan baik.
"Saya sekarang malah berfikir ternyata betul umur itu adalah angka, ternyata kalau cara latihannya bener sesuai standar pasti bisa," tutup dia.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


