Polisi Periksa Saksi Hingga Dalami Motif Dugaan Tawuran Antar Pelajar di Cianjur
CIANJURUPDATE.COM – Polisi masih melakukan pemeriksaan hingga mendalami motif di balik dugaan tawuran antarpelajar yang terjadi di depan SMKN 1 Cilaku, Jalan Raya Cibeber KM 7, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Senin (10/8) sore. Peristiwa tersebut terjadi saat jam pulang sekolah dan melibatkan sejumlah pelajar dari dua sekolah.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan secara rinci karena masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Memang benar terjadi kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula saat pelajar yang berboncengan dari SMK Siliwangi melintas di depan SMKN 1 Cilaku ketika bubar sekolah. Hal tersebut kemudian memancing emosi sejumlah siswa hingga terjadi kejadian," ujar Isep.

Hingga kini, pihaknya masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga masih dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian.
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mendalami motifnya. Untuk sementara belum bisa memberikan keterangan lebih detail," katanya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi telah mengamankan beberapa pelajar untuk dimintai keterangan dan memastikan keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah terdapat pelajar yang membawa senjata tajam serta memastikan penyebab terjadinya perkelahian.
Kapolsek mengimbau para pelajar agar tidak mudah terpancing provokasi yang dapat berujung pada tawuran dan merugikan diri sendiri maupun pihak lain.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan sekelompok pelajar diduga hendak melakukan penyerangan terhadap siswa SMKN 1 Cilaku, Kabupaten Cianjur, beredar pada Senin (10/8/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 14.20 WIB, tak lama setelah para siswa SMKN 1 Cilaku selesai melaksanakan kegiatan belajar dan membubarkan diri.
Bidang Kesiswaan SMKN 1 Cilaku, Yayat Hidayat, membenarkan adanya informasi mengenai dugaan aksi penyerangan tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah mendapat informasi dari warga dan sejumlah siswa terkait keberadaan sekelompok pelajar yang diduga berasal dari SMK Siliwangi/AMS.
Menurut Yayat, para pelajar tersebut diduga sempat berkumpul di sebuah SPBU sebelum bergerak dan hendak melakukan penyerangan.
“Sudah bubar pulang sekolah. Saya mendapatkan keterangan dari warga dan anak murid, dari sekolah SMK AMS di sebuah pom bensin sudah bersiap dengan niat untuk menyerang,” kata Yayat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (10/8/2026).
Tak hanya berkumpul, para pelajar tersebut juga diduga membawa senjata tajam. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, senjata yang diduga dibawa berupa celurit dan parang.
“Diduga siswa SMK AMS tersebut membawa celurit dan parang, tapi tidak tertangkap,” ujarnya.
Yayat menegaskan, pihak SMKN 1 Cilaku memiliki aturan ketat untuk mencegah aksi tawuran maupun keterlibatan siswa dalam kekerasan antarpelajar.
“Kalau siswa kita SMKN 1 Cilaku tidak mungkin karena kita ketat aturan, apalagi tawuran,” katanya.
Situasi disebut sempat memanas hingga diduga terjadi aksi baku hantam antarpelajar. Yayat mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat korban luka akibat kejadian tersebut.
“Dari siswa SMK AMS diduga akan menyerang, kemungkinan ada yang luka karena baku hantam,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan kepolisian. Yayat menyebut, sebanyak tiga pelajar dari pihak SMK Siliwangi/AMS telah diamankan.
“Saya sudah selesaikan, telepon Kapolsek dan dari pihak sekolah AMS diamankan ada tiga orang,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak sekolah, jumlah pelajar yang diduga terlibat mencapai sekitar sembilan orang. Mereka disebut datang secara berboncengan menggunakan sepeda motor.
“Diduga siswa SMK Siliwangi tersebut sembilan orang, dengan berboncengan tiga orang satu motor,” kata Yayat.
Yayat mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut. Saat peristiwa berlangsung, dirinya masih berada di dalam kelas dan kemudian mendapatkan laporan dari petugas keamanan sekolah serta sejumlah siswa.
“Saat kejadian memang saya masih di kelas, menerima sumber dari satpam dan murid,” jelasnya.
Ia juga menyebut adanya dugaan sejumlah pelajar dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Namun, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan yang diterima pihak sekolah dan belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai hal tersebut.
“Secara logis ketika bubar sekolah tiba-tiba sekolah SMK Siliwangi AMS yang menyerang, ngacung senjata dan bau minuman dalam keadaan mabuk, itu yang saya ketahui,” tuturnya.
Pihak sekolah selanjutnya melakukan koordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan sekaligus menjaga keamanan para siswa.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


