Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Petugas TNGGP, Empat Lainnya Masih Diburu
CIANJURUPDATE.COM — Kepolisian Resor (Polres) Cianjur bersama Polsek Pacet berhasil menangkap seorang pelaku berinisial I (40) terkait kasus penganiayaan terhadap petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan relawan di kawasan Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Sementara itu, empat pelaku lainnya masih berstatus buron dan dalam pengejaran petugas.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, mengonfirmasi bahwa kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan usai menerima laporan resmi dari pihak korban.
"Korban sudah membuat laporan resmi. Saat ini sudah ada satu orang pelaku yang kami amankan. Tapi masih ada pelaku lainnya yang sedang dicari keberadaannya," ujar Alexander saat memberikan keterangan, Kamis (10/9/2026).

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pacet, Ipda Chairul Amri Siregar, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada keterlibatan lima orang tersangka dalam aksi tindak pidana kekerasan dan pengerusakan tersebut.
"Satu orang sudahh diamankan, jadi masih ada empat pelaku lagi yang masih kami cari keberadaannya," kata Chairul.
Chairul menegaskan bahwa identitas keempat buron tersebut telah dikantongi oleh tim penyidik di lapangan.
"Identitasnya semua sudah kami kantongi. Secepatnya kami akan amankan semuanya," tegasnya.
Mengenai latar belakang aksi kekerasan tersebut, pihak kepolisian menyatakan masih memprioritaskan penangkapan seluruh tersangka sebelum memaparkan motif secara menyeluruh.
"Kami masih fokus pencarian empat pelaku lainnya. Untuk motifnya masih kami dalami," terang Chairul.
Diberitakan sebelumnya, seorang petugas TNGGP dan seorang relawan mengalami luka-luka akibat aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum basecamp di jalur pendakian Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Insiden tersebut terjadi saat petugas melakukan pengawasan di masa penutupan jalur pendakian.
Korban penganiayaan yang juga merupakan relawan, Zaenal Mutakin, menjelaskan bahwa insiden bermula saat ia mendengar kegaduhan di depan basecamp tempatnya beraktivitas. Saat mendatangi lokasi, ia melihat seorang petugas BBTNGGP sedang dikerumuni dan diserang oleh sejumlah orang.
"Saya sedang di belakang, memperbaiki saluran air. Kemudian mendengar suara keributan, begitu dilihat sudah cekcok hingga aksi penganiayaan ke petugas balai," ujar Zaenal, Selasa (8/9/2026).***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


