Atasi Kebakaran Gunung Gede-Pangrango, Polres Cianjur Modifikasi Alat Pemukul Gepyok
CIANJURUPDATE.COM — Kepolisian Resor (Polres) Cianjur mengedepankan prinsip kolaboratif dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan jalur pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
Langkah ini diambil mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk penanganan bencana di area pegunungan.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa penanganan kebakaran di kawasan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melibatkan sinergi berbagai instansi, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Daerah melalui Satpol PP, jajaran TNI dari Kodim dan Batalyon Armed/Raider, Batalyon B Brimobda Polda Jabar, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sebagai bentuk kesiapan, Polres Cianjur juga menggelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan peralatan penanggulangan bencana di wilayah hukum Kabupaten Cianjur" Ucapnya kepada wartawan pada Senin (10/8/26).
Dalam upaya pemadaman sebelumnya, pihak kepolisian sempat membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, penggunaan APAR dinilai kurang efektif di medan geografis pegunungan karena bobotnya yang berat serta durasi semprotan yang terbatas.
Sebagai solusinya, Kapolres Cianjur mengatakan mengadopsi metode Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) dari teknik penanganan kebakaran di Kalimantan, yaitu menggunakan alat pemukul api atau gepyok buatan yang dimodifikasi. Alat ini dinilai lebih praktis dan efektif dibandingkan cara tradisional yang menggunakan ranting pohon. Pihak kepolisian berencana memproduksi gepyok modifikasi ini dalam jumlah cukup untuk dibagikan kepada relawan dan masyarakat sekitar.
Selain penanganan darurat di darat, opsi water bombing menggunakan helikopter juga diusulkan jika kebakaran kembali terjadi dalam skala besar, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas penanganan karhutla di wilayah lain.
Menurut Kapolres, terkait insiden kebakaran yang sempat melahap lahan seluas kurang lebih 1 hektar di kawasan Alun-alun Surya Kencana Barat pada pekan lalu, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh titik api saat ini telah berhasil dipadamkan. Dugaan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
"Guna memantau potensi titik api baru di tengah musim kemarau, BBTNGGP mengoptimalkan fasilitas Command Center dan Monitoring Center dengan menyiagakan drone pemantau yang mampu bertahan beberapa jam di udara" katanya.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan serta mengutamakan keselamatan, penutupan sementara kegiatan pendakian Gunung Gede-Pangrango yang telah diberlakukan sejak tanggal 7 lalu kini sedang memasuki tahap evaluasi.
Polres Cianjur bersama BBTNGGP dan pemangku kepentingan terkait tengah mengkaji kemungkinan perpanjangan masa larangan mendaki hingga kondisi kawasan benar-benar aman.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


