Kebakaran Kawah Wadon, Fenomena Titik Panas di Kawah Wadon Gunung Gede, Ahli Soroti Potensi Gas Fumarola
CIANJURUPDATE.COM — Titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan drone thermal di kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga berkaitan dengan aktivitas kawah yang hingga kini masih aktif.
Dosen Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Niniek Rina Herdianita, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa indikasi titik panas tersebut kemungkinan menandakan adanya saluran gas atau panas dari kedalaman tanah.
“Kemungkinan ini adalah aktivitas Kawah Wadon yang memang masih aktif,” kata Niniek saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (15/8/2026).

Niniek menyampaikan bahwa karakteristik titik panas perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan sumber utamanya. Salah satu parameter penting yang harus diperiksa adalah kondisi serta jenis gas di sekitar lokasi.
“Jadi titik-titik panas yang teridentifikasi, kemungkinan adanya keluaran gas atau panas dari bawah permukaan,” ujarnya.
Ia menyarankan agar penelusuran lapangan memperhatikan potensi bau hidrogen sulfida (H2S), efek perih pada mata, maupun gejala pusing yang dirasakan di sekitar area. Meski ada kemungkinan material organik terbakar di bawah permukaan, persentasenya dinilai relatif kecil jika mengacu pada jenis batuan Kawah Wadon.
“Kalau untuk material organik di bawah permukaan, mungkin juga bisa, tapi kecil kemungkinan kalau melihat batuan di Kawah Wadon,” terangnya.
Guna memastikan keamanan, Niniek mendorong keterlibatan Pengamat Gunung Api yang memiliki peralatan memadai untuk melakukan pengukuran gas.
“Coba minta bantuan Pengamat Gunung Api untuk memeriksa gasnya,” kata Niniek. “Kalau memungkinkan (tapi harus hati-hati) dirasakan apakah gas atau asapnya berbau, membuat perih di mata, atau membuat pusing,” tambahnya.
Berdasarkan komunikasi internal dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kepala Bagian Umum TNGGP melaporkan temuan bualan fumarola di kawasan Kawah Wadon. Titik tersebut terhitung sebagai area dengan suhu tertinggi dalam analisis citra drone thermal milik TNGGP.
Hingga saat ini, pihak PVMBG belum melakukan verifikasi fisik ke lokasi kawah karena tim geokimia masih menyelesaikan tugas di Gunung Bromo sebelum bertolak ke Cianjur.
Meskipun terdapat temuan titik panas, PVMBG mengonfirmasi tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan pada Gunung Gede selama kurun waktu 1–15 Agustus 2026, dengan catatan dua kali gempa vulkanik dalam.
Saat ini, pengamatan harian Gunung Gede dijalankan oleh empat personel di pos pemantauan. Namun, karena keterbatasan alat pengukur gas, pemeriksaan spesifik Kawah Wadon masih menunggu kedatangan tim ahli dari Bandung.
Ketua Pengamat Gunung Api Gede Ciloto, Hartanto Prawiro, menegaskan bahwa tingkat aktivitas kegempaan Gunung Gede secara keseluruhan masih berada pada batas wajar.
“Kegempaan aktivitas Gunung Api Gede masih dalam kondisi aktif normal (Level I),” kata Hartanto saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
Hartanto belum dapat menyimpulkan apakah kemunculan titik panas di sekitar Kawah Wadon dipicu oleh rekahan baru di permukaan atau keluarnya uap air dari bawah tanah.
“Terkait kebakaran kami belum mengetahui apakah ada rekahan atau uap yang keluar di sekitar Kawah Wadon,” ujarnya.
Pihaknya kini menunggu kedatangan tim teknis Badan Geologi untuk melakukan survei pemetaan langsung guna mengidentifikasi sumber panas serta dampaknya terhadap status kawah.
“Kami sedang menunggu tim ahli dari Badan Geologi untuk penelitian dan survei ke lokasi,” kata Hartanto.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


