Menyusuri Potensi Desa Ciguha lewat Peta Spasial MAPOGA KKNT IPB
CIANJURUPDATE.COM - Di balik hamparan kebun dan perbukitan, Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, menyimpan beragam potensi wisata dan komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui Program Mapping Potensi Desa (MAPOGA), mahasiswa KKNT IPB University memetakan potensi tersebut dan mewujudkannya dalam peta potensi Desa Ciguha pada 12 Agustus 2026.
Hamparan kebun teh dan perbukitan hijau menjadi bagian dari keseharian masyarakat Desa Ciguha. Di balik pemandangan tersebut, desa ini menyimpan berbagai potensi yang berasal dari alam dan aktivitas masyarakat, mulai dari wisata hingga hasil pertanian dan perkebunan.
Dari sisi wisata, Desa Ciguha memiliki Curug Pasir Kutu, Gunung Buleud, dan Curug Ciguha. Ketiganya menjadi bagian dari potensi wisata alam yang dapat dikenalkan dan dikembangkan. Sementara dari sisi komoditas, masyarakat Desa Ciguha membudidayakan labu siam dan sawi, serta memiliki potensi perkebunan berupa teh hijau dan kopi arabika.

Beragam potensi tersebut sebenarnya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, informasi mengenai lokasi dan persebarannya belum terdokumentasi dalam satu gambaran yang mudah dilihat. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University menghadirkan Program Mapping Potensi Desa (MAPOGA).
Program MAPOGA merupakan kegiatan pemetaan untuk megenali sekaligus mendokumentasikan potensi Desa Ciguha, baik dari sisi komoditas unggulan maupun wisata. Melalui program ini, berbagai potensi yang ada dikumpulkan dan disusun menjadi informasi spasial sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekayaan wilayah Desa Ciguha.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Mahasiswa menyusuri wilayah desa untuk mengidentifikasi lokasi wisata dan komoditas unggulan. Proses tersebut juga dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi bersama pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Informasi dari warga membantu mahasiswa mengenali potensi berdasarkan kondisi dan aktivitas yang berlangsung di wilayah desa. Dengan begitu, pemetaan tidak hanya mengandalkan pengamatan di lapangan, tetapi juga pengetahuan masyarakat yang sehari-hari berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Data dan informasi yang telah dikumpulkan kemudian disusun dan diolah menjadi peta potensi desa. Hasilnya, peta potensi Desa Ciguha diwujudkan pada 12 Agustus 2026 sebagai salah satu hasil dari pelaksanaan program MAPOGA.
Peta tersebut memuat gambaran mengenai potensi wisata dan komoditas unggulan Desa Ciguha. Curug Pasir Kutu, Gunung Buleud, dan Curug Ciguha menjadi bagian dari potensi wisata yang dipetakan. Sementara itu, labu siam, sawi, teh hijau, dan kopi arabika menjadi bagian dari komoditas yang turut ditampilkan.
Kehadiran peta ini tidak hanya ditujukan sebagai dokumentasi. Peta potensi desa diharapkan dapat menjadi sarana informasi bagi masyarakat untuk mengenali kekayaan wilayahnya. Bagi pemerintah desa, peta tersebut juga dapat menjadi gambaran awal untuk melihat persebaran potensi dan mendukung pengembangan potensi lokal.
Program MAPOGA juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengenali potensi yang selama ini berada di sekitar mereka. Masyarakat tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi turut berperan dalam memberikan pengetahuan mengenai kondisi wilayah dan potensi yang dimiliki Desa Ciguha.
Melalui pemetaan tersebut, potensi desa yang sebelumnya tersebar di berbagai lokasi kini dapat dilihat dalam satu gambaran. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat maupun pemerintah desa dalam mengenali, memperkenalkan, dan mengembangkan potensi yang ada.
Program MAPOGA yang diinisiasi mahasiswa KKNT IPB University menjadi salah satu bentuk upaya menghubungkan potensi alam dan hasil bumi Desa Ciguha dengan kebutuhan informasi masyarakat. Keberadaan peta potensi desa diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKNT, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai media informasi dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan potensi wisata serta komoditas unggulan Desa Ciguha.
Oleh: Mahasiswa IPB University
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


