Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Hiburan

Viral Dangdutan di Pemakaman, Ulama: Kuburan Bukan Tempat Hiburan!

Terbit 13 Mar 2020 11:49 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Viral Dangdutan di Pemakaman, Ulama: Kuburan Bukan Tempat Hiburan! — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Video dangdutan di kuburan hingga tengah malam viral di sosial media Instagram. Acara dangdutan di makam tersebut ternyata rutin dilakukan setiap akhir pekan di salah satu daerah di Depok, Jawa Barat.

Bahkan, dangdutan yang digelar di kuburan di Depok tersebut, dimulai sejak sore sampai dini hari. Video viral ini pertama kali diunggah oleh akun @depok24jam menampilkan pemakaman di Pancoranmas, Depok.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf, pun menanggapi kabar tersebut. Menurutnya, kuburan tidak seharusnya dipakai sebagai tempat hiburan.

Baca Juga
Tekan Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Cianjur Gelar Razia dan Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

“Kemudian di kuburan itu bukan tempatnya dangdutan, itu tempat yang melakukan doa-doa,” tuturnya saat dihubungi Cianjur Update, Jumat (13/03/2020).

Selain itu, KH Abdul Rauf mengatakan, ada keterangan menurut hukum agama Islam tentang kuburan. Dari keterangan tersebut, bisa diketahui bahawa kuburan merupakan tempat yang khusus dan bukan untuk hiburan.

“Kalau lihat hukum ada keterangan yang menyatakan daun yang jatuh dari pohon yang ada di kuburan saja itu sama seperti petir. Apalagi dipakai dangdutan sambil diinjak-injak makamnya,” ungkap dia.

Baca Juga
Terhimpit Rencana Agrowisata, Warga Ciseureuh Batulawang Cemas Kehilangan Tempat Tinggal dan Masa Depan Anak
Berita · Berita terkait

Selain itu, jika memang ingin mengadakan hiburan di suatu tempat, harus meminta izin dari aparat setempat. Meskipun tempat yang dipakai itu merupakan kuburan atau makam.

“Jangankan dikuburan yang namanya ramai-ramai dan mengganggu ketertiban umum harus seizin aparat setempat,” jelas dia.

Menyikapi kejadian tersebut, ia mengatakan, antara ulama dan umaro atau pemerintah harus bersinergi serta bersama mencegah kemungkaran atau keburukan. “Intinya sih kuburan itu bukan tempat untuk mengadakan hiburan.” pungkasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{