Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Ridwan Kamil Doakan Korban SJ182 dan Bahas Konsep Teknologi Parasut Pesawat

Terbit 11 Jan 2021 04:16 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Ridwan Kamil Doakan Korban SJ182 dan Bahas Konsep Teknologi Parasut Pesawat — Cianjur Update
PARASUT: Usai sampaikan ucapan belasungkawa pad korban SJ182, Gubenur Jabar, Ridwan Kamil membahas konsep teknologi parasut pesawat sebagai upaya penyelamatan penumpang. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Bandung – Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang karib disapa Emil, mengungkapkan rasa belasungkawa kepada korban Sriwijaya Air SJ-182. Ia pun membahas soal konsep teknologi keamanan yakni parasut pesawat untuk upaya penyelamatan penumpang.

“Turut berduka cita mendalam untuk mereka yang berpulang dalam musibah jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182. Semoga yang berpulang husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan ditabahkan dan dikuatkan. Semoga kita semua juga, Allah lindungi dari bencana dan marabahaya. Aamiin,” tulis Ridwan Kamil yang disambut lebih dari 137 ribu likes.

Hal menarik ada di slide kedua, Emil menyebut ada konsep teknologi yang bisa menjadi strategi penyelamatan penumpang pesawat.

Iklan sevilage

“Semoga suatu hari teknologi ini bisa mewujud,” sambung Ridwan Kamil.

Baca Juga
Ayah Pelaku Sempat Bawa Korban ke Rumah Sakit, Pedagang Sayur Penusuk di Cianjur Dijerat Pasal Berlapis
Berita · Berita terkait

Usut punya usut, teknologi yang sedang cukup viral ini adalah rancangan dari seorang engineer bernama Vladmir Tatarenko asal Ukraina. Pesawat yang dirancangnya memiliki kapsul yang terdapat di dalam badan pesawat. Kapsul ini dapat dikeluarkan dalam hitungan detik dan mengevakuasi penumpang.

Pada 2013, Tatarenko membuat visualisasi video tentang cara kerja penemuannya dan diposting di YouTube.

Bagi kamu yang bertanya bagaimana pilot dan co-pilot bisa selamat jika badan pesawat terlepas begitu saja, Tatarenko menjelaskan jawabannya. Menurutnya, mereka harus pindah dari kokpit ke kompartemen penumpang sebelum kapsul dikeluarkan, bersama dengan kru lainnya.

Kelemahan utama dari penemuan ini adalah, rancangan tersebut hanya dapat digunakan dengan pesawat yang memiliki pintu belakang, seperti beberapa pesawat Antonov Ukraina. Sedangkan pada pesawat lain akan membutuhkan renovasi besar-besaran pada bagian ekornya untuk membenamkan sistem parasut pesawat.

Baca Juga
Bangun Harapan Pascakebakaran, Kolaborasi YBM PLN UP3 Cianjur dan YBM PLN UIP JBT Wujudkan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cibeber
Berita · Berita terkait

Sementara itu, John Farese, seorang pengacara di AS dengan pengalaman 42 tahun menerbangkan pesawat Cessna 182 1978 miliknya, pernah terselamatkan dari kecelakaan berkat teknologi sederhana namun pintar, parasut di pesawatnya.

“Saya pikir saya sudah mati saat itu. Yang menyelamatkan nyawa saya adalah parasut yang mampu membawa seluruh pesawat, itu cukup memperlambat penurunannya,” kenang Farese. Seperti dikutip dari BBC, dia selamat dengan punggung terkilir.

Jenis parasut ini banyak ditemukan pada pesawat ringan. Beberapa produsen dan engineer pesawat berpendapat bahwa jika mereka dipasang di pesawat komersial, nyawa ratusan orang dapat diselamatkan dalam keadaan darurat di udara. Jadi mengapa perusahaan pesawat tidak menerapkan ide ini untuk semua pesawat? Nyatanya, tidak semudah itu.

Pada pesawat kecil seperti yang diproduksi oleh Cessna atau Cirrus, parasut disimpan di dalam badan pesawat, baik di jok belakang atau di bagian tengah sayap, di atas kokpit. Dalam keadaan darurat, pilot harus menarik pegangan di langit-langit pesawat.

Baca Juga
Sumur Gali Milik RM Alam Sunda Nyaris Telan Korban, Pria di Cipanas Jatuh Hingga Alami Luka Serius
Berita · Berita terkait

Pesawat juga dilengkapi dengan fitur lain yang membantu meredam saat jatuh, seperti aluminium yang dapat dihancurkan, dan roda pendaratan yang dirancang untuk keruntuhan terkendali selama pendaratan darurat.

Salah satu produsen utama saluran seluruh pesawat adalah Ballistic Recovery Systems (BRS), yang berbasis di Miami, Florida. Sang pendiri, Boris Popov membuat pesawat yang dilengkapi parasut dengan kapasitas terbesarnya untuk lima orang.

Popov berencana memasang parasut di pesawat dengan kapasitas hingga 20 penumpang. Dia percaya bahwa pada prinsipnya, kita dapat memasangnya di pesawat yang jauh lebih besar, bahkan mungkin pesawat penumpang yang besar.

“Tidak ada keraguan bahwa pesawat komersial besar di masa depan akan dilengkapi dengan semacam sistem pemulihan parasut,” yakinnya.(sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{