Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Teknologi & Gadget

Serangan Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional: 210 Instansi Terkena Dampaknya

Terbit 24 Jun 2024 09:43 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Serangan Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional: 210 Instansi Terkena Dampaknya — Cianjur Update
Serangan Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional: 210 Instansi Terkena Dampaknya. (Foto: ilustrasi virus ransomware)

CIANJURUPDATE.COM – Serangan siber Ransomware telah mengguncang Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), berdampak signifikan pada 210 instansi pusat dan daerah di Indonesia. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, mengungkapkan betapa seriusnya dampak serangan ini terhadap layanan publik.

“Saat ini kami melakukan migrasi data-datanya. Harusnya bisa dipercepat apabila ada koordinasi antara tenan dengan penyedia layanannya,” ujar Semuel di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat.

Beberapa instansi yang sudah mulai memulihkan operasionalnya termasuk Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves). “Kota Kediri juga sudah on, yang lainnya lagi dalam proses,” tambahnya.

Iklan sevilage

Semuel menegaskan bahwa serangan siber ini sangat merugikan, terutama bagi Ditjen Imigrasi yang langsung berhubungan dengan masyarakat. “Ada 210 tadi, rinciannya banyak sekali. PUPR juga kena dan sedang proses migrasi juga,” kata Semuel.

Baca Juga
Ratusan Massa Gelar Aksi Tolak LGBT, Datangi Tiga Kafe di Cianjur
Berita · Berita terkait

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan setelah mengetahui insiden di PDNS Surabaya pada 20 Juni 2024. “Kami langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk membantu Kominfo dan Telkom Sigma yang mengelola PDNS,” jelas Hinsa.

“Data-data ini disimpan di pusat data sementara. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan data internasional, pusat data nasional yang sekarang masih belum selesai. Jadi karena kebutuhan untuk proses bisnis, proses jalannya pemerintahan, maka dibuatlah oleh Kominfo pusat data sementara yang ada di Jakarta dan di Surabaya,” lanjut Hinsa. “Yang mengalami insiden ini adalah pusat data sementara yang berada di Surabaya.”

Hinsa mengonfirmasi bahwa serangan siber tersebut menggunakan Ransomware jenis Brain Cheaper, pengembangan terbaru dari Ransomware lockbit 3.0. “Ini yang terbaru yang setelah kami lihat dari sampel yang sudah dilakukan sementara oleh forensik dari BSSN. Tentu ini perlu kami ketahui supaya bisa mengantisipasi di tempat kejadian yang lain,” ujarnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Eshar Rumi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{