Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Teknologi & Gadget

IPO Walmart 1970 Jadi Cermin Pembeli Saham SpaceX

Terbit 4 Sep 2026 12:52 WIB · 5 menit dibaca
Bagikan
IPO Walmart 1970 Jadi Cermin Pembeli Saham SpaceX — Cianjur Update
Foto: Ilustrasi AI

CIANJURUPDATE.COM - Investasi US$1.000 di Walmart saat perusahaan go public pada 1970 kini bernilai sekitar US$38,9 juta. Karena itu, kisah tersebut menunjukkan bagaimana waktu, pertumbuhan bisnis, dan stock split dapat mengubah investasi kecil menjadi kekayaan besar. 

Jika kamu ingin investasi saham luar negeri, maka Pintu menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memungkinkan investor Indonesia memperoleh eksposur terhadap sejumlah saham Amerika dalam bentuk token digital. 

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengakses aset seperti Nvidia, Tesla, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Microsoft menggunakan Rupiah. Tokenized stocks di Pintu dapat diperdagangkan 24/7 dan bisa dibeli mulai dari Rp11.000. 

Iklan sevilage

Bagi investor yang mengikuti saham Spacex hari ini, kisah Walmart memberikan satu pelajaran penting, dimana harga IPO bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil investasi jangka panjang. Walmart hanya mengumpulkan US$4,95 juta ketika melantai di bursa pada Oktober 1970.

Namun, pertumbuhan bisnis dan serangkaian stock split membuat nilai investasi awal berkembang secara luar biasa dalam beberapa dekade.

Karena itu, investor yang mencari aplikasi trading saham US perlu melihat investasi dari perspektif yang lebih panjang. Pintu menawarkan tokenized stocks sebagai salah satu cara untuk memperoleh eksposur terhadap saham global tanpa harus membuka rekening broker luar negeri. 

Dari IPO Kecil Menjadi Raksasa Pasar

Ketika Walmart melakukan IPO pada 1970, perusahaan tersebut menjual 300.000 saham dengan harga US$16,50 per saham. Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun hanya sekitar US$4,95 juta. Angka tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan standar IPO perusahaan teknologi besar saat ini.

Namun, ukuran IPO tidak otomatis menentukan besarnya keuntungan yang akan diterima investor. Sebaliknya, kemampuan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan, memperluas bisnis, dan mempertahankan pertumbuhan selama puluhan tahun dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar.

Baca Juga
Diiming-imingi Pekerjaan, Oknum ASN di Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual
Berita · Berita terkait

Walmart menjadi contoh yang menarik karena perusahaan tersebut terus berkembang dari jaringan ritel yang relatif kecil menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Selama perjalanan tersebut, Walmart juga melakukan stock split berkali-kali.

Stock split sendiri tidak langsung menciptakan nilai investasi baru. Ketika perusahaan melakukan stock split dua banding satu, misalnya, investor yang sebelumnya memiliki satu saham akan mendapatkan dua saham. Namun, harga per saham juga menyesuaikan sehingga nilai total kepemilikan pada saat split tetap sama.

Walmart telah melakukan 12 stock split sejak IPO. Akibatnya, satu saham yang dibeli ketika Walmart pertama kali melantai di bursa pada 1970 setara dengan 6.144 saham berdasarkan penyesuaian split.

Coca-Cola Memberikan Pelajaran Serupa

Walmart bukan satu-satunya perusahaan yang menunjukkan kekuatan investasi jangka panjang. Coca-Cola juga memberikan contoh bagaimana perusahaan yang bertahan selama puluhan tahun dapat menghasilkan imbal hasil luar biasa bagi investor awal.

Satu saham Coca-Cola yang dibeli ketika perusahaan mulai diperdagangkan di bursa pada 1919 telah mengalami sejumlah stock split. Setelah 11 kali stock split, satu saham awal tersebut menjadi 9.216 saham.

Jika dihitung berdasarkan harga saham saat ini, nilai kepemilikan tersebut dapat mencapai sekitar US$830.000. Dengan demikian, sejarah Coca-Cola memperlihatkan bahwa investor tidak selalu membutuhkan perusahaan dengan pertumbuhan ekstrem sejak hari pertama.

Sebaliknya, perusahaan yang mampu bertahan, memperluas bisnis, dan menghasilkan keuntungan secara konsisten juga dapat memberikan hasil besar apabila investor memberikan waktu yang cukup panjang

Baca Juga
Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur
Berita · Berita terkait

Nvidia Menunjukkan Kecepatan Pertumbuhan yang Berbeda

Nvidia memberikan contoh yang berbeda karena perusahaan ini mengalami pertumbuhan jauh lebih cepat dibandingkan Walmart dalam periode tertentu. Perusahaan semikonduktor tersebut mendapatkan momentum besar dari perkembangan artificial intelligence atau AI.

Berdasarkan riset yang menggunakan harga penutupan 26 Agustus, investasi US$1.000 pada saat IPO Nvidia telah berkembang menjadi sekitar US$8,39 juta. Nilai tersebut kemudian berubah mengikuti pergerakan harga saham NVDA.

Pertumbuhan Nvidia juga menunjukkan bahwa peringkat perusahaan dengan imbal hasil IPO terbesar dapat berubah dengan cepat. Ketika harga saham bergerak naik atau turun dalam satu sesi perdagangan, posisi perusahaan dalam daftar tersebut ikut berubah.

Namun, investor perlu berhati-hati ketika membandingkan Walmart dengan Nvidia. Karena itu, investor tidak seharusnya menganggap setiap perusahaan teknologi baru akan mengikuti pola Nvidia. Pertumbuhan masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang.

Apa Pelajaran Walmart untuk Pembeli SpaceX?

Kisah Walmart menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan SpaceX. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut menjadi salah satu perusahaan privat dengan valuasi yang sangat besar dan mendapat perhatian tinggi dari investor.

Jika SpaceX benar-benar menjadi perusahaan publik, investor tentu akan melihat harga IPO sebagai salah satu informasi penting. Namun, harga tersebut hanya menjadi titik awal. Sama seperti Walmart pada 1970, nilai investasi dalam jangka panjang akan bergantung pada kemampuan perusahaan.

Investor juga perlu memperhatikan kemungkinan stock split. Ketika harga saham perusahaan menjadi sangat tinggi, perusahaan dapat melakukan stock split agar harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor. 

Baca Juga
Terindikasi Luka Benda Tumpul, IN Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Mes Peternakan Ayam Warungkondang
Berita · Berita terkait

Namun, stock split tidak otomatis membuat investor menjadi lebih kaya. Nilai investasi tetap bergantung pada perkembangan harga saham setelah penyesuaian split. Karena itu, investor tetap perlu menilai fundamental perusahaan, bukan hanya jumlah saham yang dimiliki.

Tokenisasi Saham Membuka Akses ke Saham Global

Bagi investor Indonesia, perkembangan tokenisasi saham memberikan alternatif baru untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan global. Pintu menyediakan tokenized stocks yang merepresentasikan saham publik melalui token di blockchain.

Mekanismenya bekerja dengan cara penerbit membeli dan menyimpan saham asli sebagai underlying asset. Kemudian, penerbit menerbitkan token yang merepresentasikan saham tersebut atau sebagian kepemilikannya. Nilai token selanjutnya mengikuti pergerakan saham acuan di pasar tradisional. 

Pintu saat ini menyediakan berbagai pilihan tokenized stocks, termasuk Tesla (TSLAX), Nvidia (NVDAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), Meta (METAX), Coinbase (COINX), Robinhood (HOODX), dan Microsoft (MSFTON). Daftar aset tersebut dapat berubah sehingga investor perlu memeriksa ketersediaannya sebelum melakukan transaksi. 

Pada akhirnya, kisah IPO Walmart pada 1970 menunjukkan bahwa investasi jangka panjang dapat menghasilkan dampak luar biasa ketika investor memilih perusahaan yang mampu berkembang selama puluhan tahun.

Karena itu, pembeli saham SpaceX maupun IPO perusahaan lain sebaiknya tidak hanya berfokus pada harga ketika saham pertama kali diperdagangkan. Investor juga perlu melihat kualitas bisnis, prospek industri, kemampuan manajemen, potensi pertumbuhan, serta kemampuan perusahaan bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Di sisi lain, tokenisasi saham di Pintu memberikan alternatif bagi investor Indonesia yang ingin mendapatkan eksposur terhadap sejumlah saham global menggunakan Rupiah. Dengan pilihan seperti Nvidia, Tesla, Apple, Alphabet, Meta, dan Microsoft serta akses transaksi 24/7, investor memiliki lebih banyak pilihan untuk membangun portofolio global. 

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Reza Renaldi | Editor: Indra Arfiandi
Preferensi Sumber Google
Tags:
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{