Sempat Hilang dan Tenggelam di Sungai Cilaku, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia
CIANJURUPDATE.COM — Seorang bocah berusia enam tahun bernama Fadli ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Cilaku, tepatnya di Leuwi Tajug, Kampung Geger Bitung RT 002/RW 005, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban hendak mandi di sungai bersama rekannya, Azka (6). Sebelum sempat masuk ke dalam air, korban diduga terpeleset dari tepi sungai hingga terjatuh ke area aliran air yang berarus cukup deras. Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung berlari untuk memberitahukan peristiwa itu kepada pihak keluarga dan warga sekitar.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengonfirmasi bahwa personel kepolisian menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi bersama tim gabungan lintas instansi.

"Begitu menerima laporan adanya seorang anak yang tenggelam di Sungai Cilaku, kami bersama unsur gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Tim menyisir area sungai menggunakan peralatan manual seperti bambu, tali, jangkar, tangga, dan melakukan penyelaman secara manual," ujar Isep, Kamis (30/7/2026).
Pencarian Lintas Instansi Selama Dua Jam
Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue) tersebut melibatkan personel gabungan dari Basarnas, Polsek Cilaku, Koramil Cilaku, BPBD, Damkar, PMI, Tagana, Puskesmas, aparatur kecamatan dan desa, relawan, serta warga setempat.
Setelah upaya penyisiran berlangsung selama hampir dua jam, tim gabungan akhirnya menemukan posisi korban tidak jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam.
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Cilaku untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Isep menjelaskan alur evakuasi.
Imbauan Peningkatan Pengawasan Orang Tua
Merespons musibah ini, pihak kepolisian meminta para orang tua untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di lokasi-lokasi perairan terbuka yang memiliki risiko keselamatan tinggi.
"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya di musim kemarau ketika banyak anak bermain dan mandi di sungai. Keselamatan anak harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Isep.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


