Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Gaya Hidup

Nyaris tak Ada Pesanan, Inilah Cerita Petani Tanaman Hias di Cipanas Selama PPKM

Terbit 4 Aug 2021 13:10 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Nyaris tak Ada Pesanan, Inilah Cerita Petani Tanaman Hias di Cipanas Selama PPKM — Cianjur Update
TERDAMPAK: Petani tanaman hias di KRC terdampak paandemi Covid-19.(Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Endang Samsudin (57), petani tanaman hias di Kawasan Kebun Raya Cibodas (KRC) Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur mengalami penurunan penghasilan hingga 100 persen.

Ia mengungkapkan, pesanan tanaman hias saat ini tengah mengalami penurunan semenjak diberlakukannya PPKM Darurat maupun PPKM Level .

“Sebelum diberlakukannya PPKM, tingkat pesanan dari pedagang ataupun perorangan bisa mencapai sebanyak 10 hingga 15 orang per hari, dan untuk saat ini tidak ada sama sekali,” ujarnya pada Cianjur Update, Selasa (3/8/2021).

Iklan sevilage

Selain itu, sejumlah pesanan partai besar untuk ke luar kota seperti Jakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya di wilayah Jabodetabek menghilang. Sebab, selama PPKM ada beberapa kegiatan yang dilarang.

Baca Juga
Promo Kemerdekaan di Wisata Alam Sevillage, Tiket Masuk Cuma Rp17 Ribu Selama Agustus 2026
Berita · Berita terkait

“Saya mendapatkan pesanan bunga dari Jakarta sebanyak 50 ribu pohon, terpaksa dihentikan karena di Jakarta tidak boleh ada kegiatan apa pun. Selain itu pesanan dari beberapa langganan pun tidak ada sama sekali. Padahal sebelumnya bisa mencapai seribuan pohon tanaman hias dari berbagai jenis,” ucapnya.

Petani tanaman hias asal Kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas ini mengatakan, tanaman hias sering dipesan para pelanggan atau untuk projek di Jakarta kebanyakan merupakan jenis tanaman Bougenvile, krisan, dan beberapa jenis lainya.

“Untuk biaya perawatan satu jenis pohon hingga siap dijual itu mencapai sekitar Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu. Sedangkan untuk harga jual tanaman hiasa bervariatif mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu,” ucapnya.

Endang menyebutkan, dirinya terpaksa mengeluarkan uang tabungan untuk biaya perawatan tanaman hias, karena di masa PPKM tidak pemasukan atau orderan.

Baca Juga
Sumur Gali Milik RM Alam Sunda Nyaris Telan Korban, Pria di Cipanas Jatuh Hingga Alami Luka Serius
Berita · Berita terkait

“Kalau dihitung pastinya rugi bisa mencapai beberapa juta. Tidak ada pesanan atau pelanggan yang beli, sedangkan tanaman hias harus mendapatkan perawatan setiap harinya,” katanya.

Dirinya berharap, PPKM yang tengah diperlakukan oleh pemerintah bisa segera berkahir hingga pesanan bunga hias dapat kembali normal seperti biasanya.

“Ya, semoga saja bisa kembali normal. Bisa dapat penghasilan lagi,” tandas dia.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{