Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Minyak Goreng Mahal, Pabrik Kerupuk di Cianjur Terancam Gulung Tikar

Terbit 26 Mar 2022 11:45 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Minyak Goreng Mahal, Pabrik Kerupuk di Cianjur Terancam Gulung Tikar — Cianjur Update
Foto: Apip Samlawi/cianjurupdate.com

, Haurwangi – Pabrik kerupuk PD Putra Jaya yang berlokasi di Kampung Mareleng, Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, terancam gulung tikar. Pasalnya, harga minyak goreng mahal juga langka membuat produksi terhambat.

Akibat hal ini, produksi pun terhenti dan seluruh karyawan pabrik untuk sementara terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Manager Oprasional, Dede (45) menerangkan, saat harga minyak goreng curah di kisaran harga Rp9 ribu per kilogramnya, produksi kerupuk bisa mencapai 25 ribu buah atau 2 kuintal adonan per harinya.

Iklan sevilage

“Namun, setelah kelangkaan dan harga minyak goreng curah melambung terus hingga Rp20 ribu per kilonya, banyak pabrik kerupuk yang bangkrut. Termasuk pabrik yang kami kelola, sudah lima hari berhenti produksi,” ucapnya kepada wartawan belum lama ini.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

Akibatnya, sebanyak 30 orang karyawan pabrik kerupuk di Cianjur itu terpaksa berhenti bekerja. Pihak pengusaha juga turut prihatin akan hal ini karena terpaksa harus memberhentikan karyawan yang tepah bekerja selama belasan tahun.

Minyak goreng stabil, Produksi Pabrik Stabil

Pihaknya mengaku, berencana akan memulai kembali produksi seperti semula apabila harga minyak sudah stabil dan stok minyak sudah tidak langka lagi.

Melihat kondisi ini, Ia berharap Pemerintah untuk segera menstabilkan harga minyak goreng. Karena banyak para pengusaha kerupuk dan masyarakat umum yang berharap harga minyak bisa stabil.

Sementara itu, salah seorang Karyawan Pabrik Kerupuk PD Putra Jaya yang belum lama ini dirumahkan, Emon (50) merasa prihatin. Lantaran ia sudah bekerja menjadi karyawan PD Putra Jaya di Cianjur dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan atasan di tempatnya bekerja sudah seperti saudara sendiri.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

“Saya merasa sedih harus berhenti menjadi karyawan, karena selain sudah menjadi saudara juga kehilangan penghasilan apalagi sekarang menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran,” terang Emon.

Baca Juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe di Cianjur Mogok Produksi

Senada, ia juga berharap pemerintah dapat memahami jeritan rakyat kecil yang terdampak kenaikan harga minyak goreng ini.
“Saya rakyat kecil yang tidak berdaya, bila seluruh harga sembako naik, akan mati kutu, ” Pungkasnya.(asi)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{