Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe di Cianjur Mogok Produksi

Terbit 22 Feb 2022 03:29 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe di Cianjur Mogok Produksi — Cianjur Update
MOGOK: Perajin tempe tahu di Kabupaten Cianjur mogok produksi selama tiga hari. (Foto: Rendi Irawan/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Para perajin tahu tempe di Kampung Sayang RT 02/RW 08, Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur mogok produksi selama tiga hari akibat harga kedelai yang melambung tinggi.

Aksi produksi pun sudah berjalan sejak Minggu (20/2/2022) dan rencananya berakhir hari ini, Selasa (22/2/2022).

Salah seorang pegawai pabrik tahu tempe Sayang, Agus Nahwan (44) mengatakan, aksi mogok produksi para perajin tempe ini sebagai bentuk penolakan atas kenaikan harga kacang kedelai impor saat ini.

Iklan sevilage

“Aksi mogok kerja ini terjadi akibat rencana kenaikan kacang kedelai impor yang akan naik. Sehingga, semua perajin tahu tempe mogok produksi selama tiga hari,” ujarnya saat ditemui di Kampung Sayang, Senin (21/2/2022).

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

Menurutnya, hal ini mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas semua pengusaha dan perajin tahu dan tempe. Mereka semua mengelar aksi damai di Kabupaten Cianjur.

“Kami sepakat, untuk sementara ini tidak memproduksi tahu dan tempe. Sehingga stok pasti akan kosong di semua pasar tradisional,” tuturnya.

Mendag Sebut Kenaikan Harga Kedelai karena Cuaca Buruk

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyebut, naiknya harga kedelai di Indonesia karena adanya beberapa permasalahan dari negara importir. Salah satunya adalah cuaca buruk El Nina di kawasan Amerika Selatan.

Baca Juga
Tega! Ditinggal Istri ke Luar Negeri, Ayah di Pacet Tega Perkosa Anak Kandung Selama Setahun
Berita · Berita terkait

“Jadi permasalahan kedelai di Indonesia yang harganya belakangan ini naik, karena adanya beberapa permasalahan. Dan juga terjadinya El Nina di Argentina,” ujar Muhammad Lutfi melansir Kompas.com, Jumat (18/2/2022). 

Ia mengatakan, harga kedelai per gantang yang sebelumnya 12 dollar Amerika Serikat (AS) naik menjadi 18 dollar AS per gantang.

Menurutnya, selain dari dampak cuaca buruk El Nina di Argentina dan kawasan Amerika Selatan yang menjadi negara pengimpor itu, naiknya harga kedelai juga dipengaruhi oleh kebutuhan besar di China.

Ia menyatakan, jika baru-baru ini, di negeri tirai bambu Cina ada lima miliar babi baru yang semuanya itu pakannya adalah kedelai.

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

Lutfi menerangkan jika saat ini pihaknya sementara menyiapkan mitigasi dari melambungnya harga kedelai secara nasional.

“Sekarang ini kami sedang menyiapkan mitigasinya dan kesempatan pertama minggu depan akan kami umumkan kebijakannya seperti apa,” terangnya.

Ia juga menyampaikan kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahunnya adalah 3 juta ton, sementara budidaya dan suplai kedelai dalam negeri hanya mampu 500 hingga 750 ton per tahunnya.(ren/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{