Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Generasi Muda dan Jeratan Pinjaman Online, Bagaimana Gaya Hidup Memengaruhi Keuangan Milenial?

Terbit 21 Nov 2024 00:41 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Generasi Muda dan Jeratan Pinjaman Online, Bagaimana Gaya Hidup Memengaruhi Keuangan Milenial? — Cianjur Update
Ilustrasi terlilit utang. (Foto: Pixabay.com)

Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Handayani menyampaikan kekhawatirannya terkait peningkatan generasi muda yang terjerat utang pinjaman online (pinjol).

Menurutnya, gaya hidup konsumtif dan minimnya literasi keuangan menjadi faktor utama di balik fenomena ini.

Ia menjelaskan bahwa tren “Latte Factor” menjadi salah satu pemicu pemborosan yang tak disadari.

Iklan sevilage

“Pengeluaran kecil seperti kopi atau langganan streaming bisa menguras kantong,” ujarnya dilansir Merdeka.com, Kamis (21/11/2024).

Baca Juga
Tanpa Pungutan Biaya, SDN Gayam Adakan Pentas Kreasi, Pelepasan Siswa, Hingga Santunan Anak Yatim
Berita · Berita terkait

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pelajar dan karyawan, terutama generasi muda, mendominasi 12 persen pengguna pinjol.

“Kemudahan teknologi membuat anak muda tergoda menggunakan pinjaman online,” kata dia.

Pinjaman online menawarkan proses pengajuan sederhana dengan persetujuan cepat.

Namun, gaya hidup konsumtif sering kali memperburuk pengelolaan keuangan mereka.

Baca Juga
Pemkab Cianjur Rilis Posisi RKUD per Awal Juli 2026, Wujudkan Transparansi Keuangan Daerah
Berita · Berita terkait

“Minimnya literasi keuangan membuat mereka sulit mengatur pengeluaran,” tegasnya.

Banyak anak muda terjebak dalam skema pinjaman online, meski memiliki penghasilan tetap.

Akibatnya, sebagian besar dari mereka tak memiliki tabungan, dana darurat, atau investasi.

“Penting sekali untuk memulai perencanaan keuangan sejak dini,” lanjutnya.

Baca Juga
Pemuda 20 Tahun di Cianjur Ditangkap, Sajam Sabit dan Jaket Moonraker Diamankan Polisi
Berita · Berita terkait

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman mengungkapkan total pinjaman paylater masyarakat Indonesia mencapai Rp26,37 triliun per Agustus 2024.

Jumlah ini mencakup layanan dari perbankan dan multifinance, dengan porsi multifinance sebesar Rp7,99 triliun.

OJK masih mengkaji regulasi terkait industri paylater melalui Peta Jalan Pengembangan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028.

Kajian ini meliputi perlindungan data pribadi, audit sistem, hingga manajemen risiko.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{