Diduga Mencemari Nama Baik, Aliansi Mahasiswa di Cianjur Deklarasikan Sikap Tolak LGBT
CIANJURUPDATE.COM — Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Cianjur menyampaikan pernyataan sikap tegas menyusul ditemukannya kasus dugaan tindakan bermesraan sesama jenis oleh dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sayang. Para mahasiswa mengecam perilaku tersebut dan mendorong pihak kampus serta Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mengambil langkah preventif secara menyeluruh.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhari Cianjur, Andika Rajes, menilai tindakan kedua oknum mahasiswa tersebut berdampak pada citra kolektif seluruh mahasiswa yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat di wilayah Cianjur.
"Tindakannya mencemari nama baik mahasiswa Cianjur. Terlebih bagi para mahasiswa yang telah dan tengah menjalani pengabdian di desa atau KKN," ujar Andika saat memberikan keterangan, Sabtu (29/8/2026).

Andika menjelaskan, ribuan mahasiswa yang tengah berupaya memberikan kontribusi positif di desa-desa merasa dirugikan akibat munculnya sorotan negatif dari insiden tersebut.
"Sudah susah payah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memberikan kontribusi di desa. Tapi sekarang yang tersorotnya tindakan dari oknum mahasiswa tersebut," kata dia.
Atas dasar itu, ia menyatakan bahwa jajaran mahasiswa menolak keras segala bentuk aktivitas maupun kampanye kelompok penyimpangan seksual di Kabupaten Cianjur.
"Kami mengutuk keras siap perbuatan penyimpanan seksual atau LGBT. Kami dengan tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk keberadaan, aktivitas, perkumpulan, kampanye, maupun propaganda kelompok LGBT di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur," tegas Andika.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Irsan, menyebut insiden ini harus disikapi sebagai sinyal peringatan (alarm) bagi seluruh institusi perguruan tinggi di wilayah Cianjur untuk memperketat sistem pengawasan dan pembinaan moral.
"Ini alarm untuk pihak kampus juga. Makanya kami mendorong agar perguruan tinggi menyerukan gak serupa, menolak LGBT. Di sisi lain, kami meminta seluruh perguruan tinggi di Cianjur mengevaluasi pembinaan karakter, kode etik, serta pengawasan terhadap seluruh kegiatan mahasiswa agar persoalan serupa tidak terjadi di kampus lainnya," jelas Irsan.
Ia menambahkan, pihak mahasiswa juga siap bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam dalam mengawal isu moralitas dan nilai keagamaan di masyarakat.
"Kami menyatakan dukungan terhadap Ormas Islam di Cianjur yang sedang masif bergerak untuk menyuarakan penolakan terhadap perilaku LGBT sebagai bentuk aspirasi moral dan keagamaan masyarakat, sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional," tuturnya.
Di tempat terpisah, mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, Vito Andri Yaksa, mendesak Pemkab Cianjur untuk segera merumuskan kebijakan nyata dalam memitigasi potensi penyebaran kasus penyimpangan perilaku seksual di kawasan yang dikenal sebagai "Tatar Santri" tersebut.
"Belum lama ini juga ada kasus ASN Nakes melakukan pelecehan seksual sesama jenis. Kemudian terjadi lagi sekarang dua mahasiswa. Tentu Pemerintah Kabupaten Cianjur harus segera merespons keresahan masyarakat dengan langkah nyata, berbasis data, edukasi, pembinaan, penguatan keluarga, perlindungan generasi muda," pungkas Vito.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


