Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

WNI Ditembak di Malaysia, KemenP2MI Desak Tindak Tegas APMM

Terbit 27 Jan 2025 08:20 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
WNI Ditembak di Malaysia, KemenP2MI Desak Tindak Tegas APMM — Cianjur Update
KemenP2MI mengutuk keras insiden WNI ditembak di Malaysia oleh APMM dan mendesak tindakan tegas terhadap pelaku. (Foto: bp2mi.go.id)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengutuk keras penggunaan kekuatan berlebihan oleh otoritas maritim Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), dalam insiden penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam insiden ini, lima WNI ditembak di Malaysia, yang menyebabkan satu orang tewas dan empat lainnya terluka.

“KemenP2MI mendesak pemerintah Malaysia untuk segera mengusut peristiwa ini dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas patroli APMM yang terbukti menggunakan kekuatan berlebihan,” kata Wakil Menteri KP2MI, Christina Aryani dilansir bp2mi.go.id, Senin (26/1/2025).

Iklan sevilage

Insiden penembakan terhadap WNI terjadi di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia, pada Jumat (24/1/2025), pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Baca Juga
Kopi Nako Cianjur Bantah Stigma sebagai Tempat LGBT, Tegaskan Komitmen Jaga Kenyamanan dan Etika
Berita · Berita terkait

KP2MI sangat mengecam dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh APMM dan menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dalam memastikan korban luka mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Selain itu, KP2MI memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan hukum dan pemulangan jenazah.

“KemenP2MI sedang menelusuri asal daerah para korban agar pendampingan dapat dilakukan dengan optimal,” ujar Wakil Menteri P2MI.

KemenP2MI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Atase Kepolisian di KBRI Kuala Lumpur untuk mendorong akses konsuler guna menjenguk korban yang dirawat.

Baca Juga
Ormas Islam Cianjur Sweeping Kafe dan THM, Desak Tolak LGBT dan Miras
Berita · Berita terkait

Lebih lanjut, Christina Aryani menekankan pentingnya pertemuan dengan pemerintah Malaysia guna membahas langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dalam pertemuan tersebut, juga akan dibahas mekanisme penanganan PMI non-prosedural yang sesuai dengan standar hak asasi manusia (HAM).

“Negara akan terus hadir untuk melindungi, memperhatikan, dan memastikan penegakan hak asasi manusia bagi para pekerja migran Indonesia,” tegas dia.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{