Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

WHO Wajibkan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 Punya Oximeter, Apa Itu?

Terbit 28 Jan 2021 03:33 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
WHO Wajibkan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 Punya Oximeter, Apa Itu? — Cianjur Update
GEJALA RINGAN: Pulse oximeter merupakan alat untuk mengukur kadar oksigen pada seorang penderita Covid-19 dengan gejala ringan, termasuk mendeteksi adanya happy hypoxia yaitu sesak nafas tiba-tiba yang bisa berakibat fatal. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman baru terkait perawatan pasien positif virus corona yang menjalani isolasi mandiri.

Aturan ini juga ditujukan bagi pasien yang masih menunjukkan gejala Covid-19 di masa pemulihan, usai terpapar dan mendapatkan perawatan Covid-19.

Menurut WHO, pasien Corona yang menjalani isolasi mandiri dengan gejala Covid-19 ringan, sebaiknya menyediakan pulse oximeter atau alat oksimetri nadi. Sebab, pasien wajib untuk mengecek kadar oksigen secara rutin, melihat apakah kondisi saat terpapar benar-benar aman menjalani perawatan di rumah atau perlu perawatan ke RS.

Iklan sevilage

“Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien Covid-19 di rumah harus menggunakan oksimetri nadi, yang mengukur kadar oksigen. Sehingga dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit,” kata Juru Bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, dikutip , Kamis (28/1/2021).

Baca Juga
FBI DPC Cianjur Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Cibeber
Berita · Berita terkait

Di laman Mayo Clinic, cara membaca kadar oksigen normal menggunakan pulse oximeter atau alat oksimetri nadi ada di antara 95 hingga 100 persen. Sementara angka di bawah 90 persen dinilai terlalu rendah. Beberapa dokter melaporkan, pasien Covid-19 masuk ke RS dengan kadar oksigen di angka 50 persen atau lebih rendah.

Kadar oksigen rendah juga bisa dialami pasien Covid-19 tanpa mengeluhkan gejala apapun sebelumnya, disebut dengan happy hypoxia. Happy hypoxia membuat pasien Covi-19 mengalami sesak napas tiba-tiba dan berakhir fatal.

Selain itu, WHO juga menyarankan pasien Covid-19 ditempatkan dalam posisi tertentu yang disebut efektif meningkatkan aliran oksigen.

“WHO menyarankan dokter untuk menempatkan pasien dalam posisi tengkurap, di depan mereka, yang terbukti meningkatkan aliran oksigen,” ujarnya.

Baca Juga
Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

Rekomendasi WHO untuk mencegah penggumpalan darah pada pasien Covid-19 pun disampaikan secara jelas.

“Juga kami merekomendasikan dan menyarankan penggunaan antikoagulan dosis rendah untuk mencegah penggumpalan darah di pembuluh darah. Kami menyarankan penggunaan dosis yang lebih rendah daripada dosis yang lebih tinggi karena dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain,” kata Harris.

Senada, Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), menyarankan mendeteksi awal gejala happy hypoxia pada Covid-19 dengan pulse oximeter. Lalu, bagaimana cara kerjanya?

“Itu ya bisa mengukur kadar oksigen di jaringan, dia sangat sederhana, kita taruh di ujung telunjuk jari kita. Dia mensensor kadar oksigen di dalam jaringan kita, di jari itu, nah itu memang bisa sebagai alat pendeteksi dini lah,” kata dr Adria Rusli.

Baca Juga
Kopi Nako Cianjur Bantah Stigma sebagai Tempat LGBT, Tegaskan Komitmen Jaga Kenyamanan dan Etika
Berita · Berita terkait

Ia pun menjelaskan cara kerja oximeter yang cukup mudah, yaitu tinggal tempel di jari tunggu beberapa menit, keluar angkanya, dan akan terlihat saturasi oksigennya.

“Ujung jari kan yang paling jauh dari jantung ya, jadi kan itu peredaran darah sangat gampang lah, representatif untuk bisa menggambarkan di jaringan semuanya,” sebutnya.

dr Adria menilai, penggunaan pulse oximeter di jari memberikan gambaran terkait kondisi di dalam jaringan seseorang. Namun, jika mendeteksi kadar oksigen di dalam darah tidak bisa menggunakan pulse oximeter. Maka dari itu, ia menyarankan pulse oximeter digunakan sebagai alat deteksi dini gejala happy hypoxia Covid-19.

Tak heran jika kini harga pulse oximeter pun banyak diburu masyarakat. Bahkan di sejumlah platfrom e-market, oximeter dihargai mulai Rp275 ribu hingga Rp350 ribuan.(sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{