Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Waspada! Sejumlah Wilayah di Cianjur Alami Peningkatan Stres Pasca Gempa 2022, Ini Dampaknya

Terbit 19 Feb 2025 08:09 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Waspada! Sejumlah Wilayah di Cianjur Alami Peningkatan Stres Pasca Gempa 2022, Ini Dampaknya — Cianjur Update
Rumah warga yang roboh akibat gempa Cianjur pada 2022. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

 – Pascagempa dahsyat yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 dengan magnitudo 5,6 Mw, sejumlah wilayah kini mengalami peningkatan stres geologi yang berpotensi memicu bencana susulan.

Studi terbaru dari Jurnal Geofisika (2024) yang ditulis oleh Faradilla Firdani Harefa, Lailatul Husna Lubis, dan Ratni Sirait dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengungkap dampak perubahan Coulomb Stress di beberapa kecamatan yang terdampak.

Peningkatan Stres di Sejumlah Wilayah

Iklan sevilage

Berdasarkan penelitian tersebut, gempa Cianjur menyebabkan terbentuknya delapan lobus stress, dengan empat lobus merah yang menunjukkan peningkatan tekanan di wilayah-wilayah berikut:

Baca Juga
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan, PLN Cianjur Edukasi Warga tentang Penggunaan Listrik yang Aman
Berita · Berita terkait
  • Kecamatan Cipanas dan Pacet, Cianjur (Utara)
  • Kecamatan Cugenang, Cianjur (Timur)
  • Kecamatan Cireunghas, Sukabumi (Selatan)
  • Kecamatan Cikole, Sukabumi (Barat Daya hingga Barat)

Keempat wilayah ini mengalami peningkatan tekanan dengan nilai 0 hingga 0,2 bar, yang berpotensi meningkatkan aktivitas seismik di masa mendatang.

Sementara itu, empat lobus biru yang menunjukkan penurunan tekanan ditemukan di Kecamatan Sukaresmi, Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Sukaraja, Sukabumi, Sukalarang, Nagrak, Kadudampit, dan Caringin.

Ancaman dan Dampak bagi Masyarakat

Dampak dari peningkatan stres ini dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari kemungkinan gempa susulan, retakan tanah, hingga ketidakstabilan struktur bangunan di wilayah-wilayah terdampak.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa gempa susulan lebih banyak terjadi di Kecamatan Cugenang dan sebagian ke Kecamatan Warungkondang, yang diduga karena kondisi geologi yang tersusun atas batuan breksi dan lahar Gunungapi Gede yang lunak dan lapuk.

BNPB mencatat, gempa bumi Cianjur 2022 telah menelan 272 korban jiwa, merusak 56.311 bangunan, dan menyebabkan lebih dari 2.046 orang mengalami luka-luka.

Dengan adanya peningkatan tekanan ini, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa lanjutan.

Mitigasi dan Langkah Antisipasi

Baca Juga
Pasien Panik, Babi Hutan Masuk Puskesmas Campaka Cianjur
Berita · Berita terkait

Pemerintah daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan stres geologi di wilayah terdampak.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih memahami struktur tanah di daerahnya dan memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan gempa.

Dalam situasi seperti ini, mitigasi menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak bencana.

Para ahli merekomendasikan peningkatan edukasi kebencanaan serta pemetaan wilayah rawan sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi gempa di masa depan.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{