Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Tebing Setinggi Tujuh Meter Longsor di Campakamulya, Dua Bangunan Madrasah Rusak

Terbit 20 Sep 2021 03:56 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Tebing Setinggi Tujuh Meter Longsor di Campakamulya, Dua Bangunan Madrasah Rusak — Cianjur Update
LONGSOR: Longsor di Campakamulya, dua bangunan madrasah dan rumah warga rusak parah. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Tebing setinggi tujuh meter longsor dan menerjang dua bangunan Madrasah Aliyah (MA) Nurul Aklam di Kampung Bojongkopo RT 05/RW 01, Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur.

Tak hanya merusak fasilitas pendidikan, bencana longsor di Campakamulya yang terjadi Minggu (19/9/2021) malam itu pun, mengakibatkan satu rumah milik warga rusak parah.

Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Iklan sevilage

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokh Irfan Sofyan mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu.

Baca Juga
BPBD Cianjur Ingatkan Waspada Longsor dan Banjir di Jalur Rawan Pascakemarau
Berita · Berita terkait

Akibatnya, tebing setinggi tujuh meter longsor dan menimpa dua bangunan sekolah serta satu rumah warga.

“Dua bangunan rusak diterjang longsor, di antaranya satu bangunan kelas dan ruang guru. Selain itu, satu rumah warga juga rusak, tapi tak ada korban dalam peristiwa tersebut,” kata Irfan kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Irfan menjelaskan, jajarannya masih melakukan penanganan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

Sementara itu, Kepala MA Nurul Aqlam, Herlan mengungkapkan, longsor tersebut terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam turun dan mengakibatkan dinding penahan tebing longsor hingga menimpa bangunan sekolah.

Baca Juga
Tujuh Atlet Rampungkan Ekspedisi Lari Ekstrem 207 Kilometer dari Pantai Lugina ke Gunung Pangrango
Berita · Berita terkait

“Akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam, tembok penahan tebing setinggi tujuh meter pun roboh akibat tidak kuat menahan tanah,” kata Herlan.

Akibat tanah longsor itu, kata Herlan, dua ruangan terdiri dari ruang guru dan ruangan kelas XII rusak parah, karena terjangan tanah dan material longsor.

“Tidak ada korban jiwa dan luka akibat bencana itu, namun jarak antara tebing dengan bangunan sekolah yang sangat dekat membuat dua bangunan kelas lainnya juga ikut terancam,” jelas dia.

Herlan mengungkapkan, saat bencana terjadi para santri tengah belajar di bangunan yang tak jauh dari tebing yang mengalami longsor. Sejumlah santri pun langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga
Balai Besar TNGGP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Penganiayaan dan Pengrusakan Pos SIMAKSI
Berita · Berita terkait

“Untungnya, anak-anak santri sedang belajar di bangunan yang satu lagi, jadi saat kejadian tidak ada korban,” imbuhnya.

Menurutnya, lebar longsoran kurang lebih 10 meter dengan jarak antara tebing dengan bangunan sekitar dua meter.

“Dua ruangan kelas yang lain pun masih terancam roboh,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{