Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu

Terbit 19 Sep 2026 14:30 WIB · 4 menit dibaca
Bagikan
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu — Cianjur Update
Bupati Cianjur saat membuka sekaligus meresmikan acara Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

CIANJURUPDATE.COM – Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dengan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli” tersebut diikuti warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, kegiatan Gema Tunas V tidak hanya menjadi ajang kepramukaan dan kebersamaan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan masyarakat.

Iklan sevilage

Menurutnya, persoalan angka tidak sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama.

“Angka tidak sekolah di Cianjur cukup tinggi saat ini. Kami ingin melakukan pemerataan pendidikan kepada seluruh masyarakat,” ujar Wahyu saat menghadiri kegiatan Gema Tunas V di Sarongge Valley, Jumat (18/9/2026).

Wahyu menjelaskan, masyarakat yang masih berada pada usia wajib belajar didorong untuk mengikuti pendidikan formal. Sementara masyarakat yang telah berada di luar usia wajib belajar, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah, diarahkan untuk memanfaatkan pendidikan kesetaraan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Melalui pendidikan kesetaraan, warga belajar dapat memperoleh pengetahuan sekaligus ijazah yang setara dengan pendidikan formal, mulai dari Paket A, Paket B hingga Paket C.

“Bagi yang di luar usia wajib belajar, kita mendorong para pemuda, pemudi, atau bapak dan ibu yang sudah bekerja tetapi dulu putus sekolah untuk mengikuti pembelajaran di SKB dan PKBM,” katanya.

Bupati menyebut angka tidak sekolah di Kabupaten Cianjur saat ini mencapai sekitar 46.000 orang. Namun, angka tersebut mencakup berbagai kelompok usia, termasuk masyarakat yang sudah lanjut usia.

Baca Juga
RS Edelweiss Cianjur Relaunch Prenatal Yoga, Kenalkan Hypnobirthing untuk Ibu Hamil
Berita · Berita terkait

“46.000. Nah, itu PR kita semua. Karena itu terdiri dari seluruh usia. Yang usianya 70, 80, 60, itu masuk ke dalam angka tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah daerah akan lebih mendorong masyarakat usia muda yang masih memiliki semangat belajar agar memanfaatkan keberadaan PKBM di wilayah masing-masing.

“Ya, kita harus realistis. Kita dorong yang usianya masih muda-muda dan yang masih memiliki semangat tentunya agar bisa mengikuti PKBM yang ada di kecamatannya masing-masing,” lanjut Wahyu.

Selain persoalan angka tidak sekolah, pemerintah daerah juga tengah melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan PKBM dan SKB di Kabupaten Cianjur.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya persoalan terkait peserta didik yang tercatat dalam sejumlah PKBM, termasuk isu adanya peserta dari luar daerah.

Wahyu mengatakan Pemkab Cianjur saat ini sedang memastikan data warga belajar yang mengikuti pendidikan di PKBM benar-benar sesuai dengan domisili masyarakat Cianjur.

“Kita saat ini sedang merapikan PKBM-PKBM dan SKB yang ada di Kabupaten Cianjur dan memastikan bahwa murid-murid, siswa, peserta belajar yang ada di PKBM itu semua adalah warga Cianjur,” jelasnya.

Menurut Wahyu, pemerintah daerah juga tengah memastikan pemerataan peserta didik hingga tingkat kecamatan.

Baca Juga
Seluruh Warga SMKN 1 Cianjur Peringati Hari Bersih-bersih Sedunia, Ratusan Kantong Sampah Terkumpul
Berita · Berita terkait

“Alhamdulillah ini sudah kita lakukan, jalankan, dan kita berproses agar semuanya merata,” katanya.

Ia menambahkan, langkah pembenahan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Pemkab Cianjur berharap penataan pendidikan nonformal dapat semakin memperluas kesempatan masyarakat untuk kembali mendapatkan pendidikan.

Ketua DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V merupakan program Forum Komunikasi PKBM Provinsi Jawa Barat yang tahun ini dipercayakan berlangsung di Kabupaten Cianjur.

Menurut Deni, kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 kabupaten dan kota. Masing-masing daerah mengirimkan sekitar 20 warga belajar, dengan jumlah peserta inti diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Jika ditambah pembimbing pendamping, official, panitia dan tim pendukung lainnya, total orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang.

“Gema Tunas ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter bagi warga belajar pendidikan nonformal,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai perkemahan, tetapi sebagai ruang pembelajaran bagi warga belajar Paket B dan Paket C.

Melalui berbagai kegiatan kepramukaan dan perlombaan, peserta didorong mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga
Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait

“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, menjaga lingkungan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” kata Deni. 

Selama berada di Sarongge Valley, peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk 12 jenis perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Peserta juga dituntut menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, mematuhi jadwal, bertanggung jawab terhadap perlengkapan, serta mengikuti ketentuan yang berlaku selama kegiatan.

Panitia menerapkan aturan kedisiplinan, termasuk kewajiban peserta berada di dalam tenda dan beristirahat paling lambat pukul 22.00 WIB.

Ketentuan tersebut juga dilengkapi dengan sanksi terhadap pelanggaran, mulai dari teguran lisan untuk pelanggaran ringan hingga sanksi lebih berat bagi tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban kegiatan.

Deni berharap pengalaman selama Gema Tunas V tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.

“Harapannya, setelah mengikuti Gema Tunas ini, anak-anak bukan hanya membawa pengalaman tentang Pramuka. Mereka juga membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Gema Tunas V menjadi ruang kolaborasi antara PKBM, SKB, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat pendidikan nonformal sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk kembali belajar.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Dadan Suherman
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{