Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

BPBD Cianjur Ingatkan Waspada Longsor dan Banjir di Jalur Rawan Pascakemarau

Terbit 20 Aug 2026 17:52 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
BPBD Cianjur Ingatkan Waspada Longsor dan Banjir di Jalur Rawan Pascakemarau — Cianjur Update
Ilustrasi potensi bencana tanah longsor dan banjir memasuki masa transisi usai musim kemarau panjang.

CIANJURUPDATE.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor dan banjir memasuki masa transisi usai musim kemarau panjang.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan bencana difokuskan pada sejumlah koridor jalan dan kawasan pemukiman, terutama di akses menuju wilayah Cianjur Selatan serta perbatasan Jonggol.

“Untuk warga Cianjur keseluruhannya biasanya longsor dan banjir. Khususnya jalur-jalur jalan ke arah selatan dan jalur Jonggol,” ujar Asep saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Iklan sevilage

Asep memperinci sejumlah titik perlintasan yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi, seperti jalur Naringgul-Ciwidey dan jalur Jonggol untuk potensi longsor. Sementara itu, risiko banjir diproyeksikan mengintai area Sindangbarang, Sukanagara, hingga kawasan perkotaan di Karangtengah.

“Jalan Naringgul Ciwidey yang jalur Jonggol itu rawan longsor. Dan banjir itu di Cianjur Selatan seperti Sindangbarang, Sukanagara, terus Cianjur kota juga di Karangtengah,” jelasnya.

Baca Juga
DPRD Cianjur Raih Peringkat Terbaik II Nasional Pengelolaan JDIH Tingkat Kabupaten
Berita · Berita terkait

Mengenai mekanisme teknis timbulnya ancaman longsor, Asep menguraikan bahwa cuaca panas ekstrem selama kemarau menyebabkan struktur tanah perbukitan mengalami peregangan hingga membentuk retakan. Ketika intensitas hujan mulai tinggi, resapan air memicu pergeseran material tanah secara mendadak.

“Biasanya tanah-tanah yang kena kemarau itu retak-retak, pecah-pecah di bukit-bukit. Kalau kedatangan air jadi terbawa arus, akhirnya menyebabkan longsor,” paparnya.

Guna mengantisipasi dampak luapan air atau banjir genangan, BPBD meminta warga aktif menjaga kebersihan sistem drainase dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun selokan.

“Antisipasinya kepada masyarakat waspada, hati-hati. Untuk menangani banjir, membersihkan selokan atau sungai dari sampah-sampah. Jangan buang sampah sembarangan ke selokan atau sungai,” tutur Asep.

Baca Juga
Wakapolri Pimpin Tanam Serentak Bawang Putih di Cianjur, Targetkan Swasembada Nasional pada 2029
Berita · Berita terkait

Bagi para pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan, Asep mengimbau agar selalu mematuhi rambu peringatan dan menghindari berhenti di area rawan tebing. Ia juga meminta warga membatasi aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai utama.

“Yang rawan-rawan itu jangan berhenti di sana. Untuk yang lainnya, jangan main di sungai-sungai, khususnya sungai besar, baik dewasa maupun anak-anak yang suka berenang,” katanya.

Langkah mitigasi saat ini dijalankan dengan mengerahkan personel operasional serta jaringan relawan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan hingga desa.

“BPBD akan menyiapkan semua tenaga yang ada, termasuk relawan-relawan yang ada di daerah-daerah. Untuk persiapan, sementara kita melakukan sosialisasi atau mitigasi ke tiap warga masyarakat yang ada di sekeliling wilayah Kabupaten Cianjur,” terangnya.

Baca Juga
Posko Pengaduan Pemkab Cianjur Terima 500 Keluhan Warga, Dominasi Soal Kesehatan
Berita · Berita terkait

Pihak BPBD Cianjur memasti ketersediaan pasokan logistik bantuan serta kelengkapan peralatan evakuasi dalam status siaga penuh untuk merespons kondisi darurat.

“Untuk logistik kita tersedia, aman. Peralatan juga aman. Siap,” tegas Asep.

Adapun mengenai potensi terjadinya banjir bandang, BPBD masih terus memantau dinamika prakiraan cuaca dari BMKG sebelum menetapkan status kedaruratan lanjutan.

“Untuk risiko banjir bandang belum. Nanti kita lihat perkiraan cuaca dulu,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Dadan Suherman
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{