Jalan Utama Rusak Parah, Warga Cikadu Nekat Pertaruhkan Nyawa Lintasi Jembatan Gantung Pakai Mobil
CIANJURUPDATE.COM — Aksi nekat pengemudi minibus melintasi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang sempat viral beberapa waktu lalu, rupanya bukan peristiwa pertama kali terjadi.
Rusaknya akses jalan utama di wilayah tersebut membuat sejumlah pemilik kendaraan roda empat memilih untuk bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung demi mempersingkat waktu tempuh menuju tempat tujuan.
Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim, mengungkapkan bahwa jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan tersebut sebenarnya telah dibangun sejak tahun 2018 lalu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejak awal dioperasikan, pihak pemerintah desa telah memasang papan larangan melintas bagi kendaraan roda empat, namun penanda tersebut kini telah hilang.

"Setelah plangnya hilang. Warga jadi banyak yang melalui jembatan gantung tersebut menggunakan mobil. Tidak hanya mobil keluarga yang viral kemarin, tapi sampai ada Pikap yang membawa muatan hasil bumi melintas jembatan gantung," ujar Sandi, Rabu (15/7/2026).
Sandi menjelaskan bahwa faktor utama yang mendorong warga nekat melintasi jembatan nonpermanen tersebut adalah kondisi infrastruktur jalan darat yang tidak memadai. Akses jalan utama sepanjang 9 kilometer yang menghubungkan Desa Cimaskara di Kecamatan Cibinong dengan Desa Mekarwangi di Kecamatan Cikadu saat ini dalam kondisi rusak parah.
"Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan. Warga nekat melalui jembatan gantung, karena kalau pakai jalan utama rusak parah. Waktu tempuh bisa dua jam, sedangkan kalau lewat jembatan gantung hanya satu jam sudah bisa tiba ke jalan utama provinsi," jelas Sandi.
Kendati demikian, pihak pemerintah desa menegaskan tidak membenarkan tindakan melintasi jembatan gantung dengan kendaraan roda empat, apa pun alasannya. Hal tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa dan berpotensi mempercepat kerusakan struktur jembatan yang ditopang oleh sling baja.
"Apapun alasannya tetap tidak dibenarkan. Ini demi keselamatan bersama. Makanya kami sudah bina pengemudi yang kemarin viral. Kemudian akan pasang lagi plang larangan melintas untuk mobil," tegas Sandi.
Ia pun berharap instansi terkait dapat segera memberikan solusi konkret berupa perbaikan jalan maupun peningkatan status jembatan.
"Agar lebih optimal, jika tidak ingin ada lagi yang lewat jembatan gantung ya jalan utamanya diperbaiki. Kami harap segera ada perhatian dari pemerintah," tambah Sandi.
Merespons persoalan infrastruktur di wilayah Cikadu, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan segera meninjau langsung kondisi riil di lapangan. Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi secara menyeluruh akar masalah transportasi di kawasan tersebut.
"Kami akan cek ke lokasi, sekaligus pembinaan ke warga," ujar Wahyu.
Sebagai langkah jangka panjang, Wahyu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran guna memperbaiki akses jalan yang rusak serta meningkatkan kapasitas jembatan penghubung antar-kecamatan tersebut menjadi permanen.
"Kalau memang penyebabnya jalan, kami upayakan agar segera diperbaiki jalannya. Selain itu jembatan juga ditingkatkan jadi jembatan permanen," pungkas Wahyu.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


