Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Suplai Ikan Air Tawar Diklaim Anjlok 60 Persen

Terbit 14 Nov 2018 11:13 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Suplai Ikan Air Tawar Diklaim Anjlok 60 Persen — Cianjur Update

Cianjur Update – Para petani kolam jaring apung (KJA) di Waduk Cirata mengklaim jika saat ini suplai ikan tingkat nasional mengalami keanjlokan hingga 60 persen. Hal tersebut, disinyalir terjadi akibat pengeksekusian terhadap kolam-kolam yang berada di Waduk Cirata. Maka dari itu, Rabu siang (14/11/2018), ratusan petani KJA mengadukan penolakan eksekusi kolam ke gedung DPRD Cianjur.

Hendrawan selaku moderator aksi penolakan eksekusi kolam di Waduk Ciarta, menegaskan, pihaknya sangat menolak adanya lanjtan eksekusi kolam. Pasalnya, hal itu berdampak terhadap kehidupan para petani kemudian juga suplai ikan nasional.

“Kita semua tahu, bahwa petani KJA di Cirata ini merupakan yang terbesar se Jawa Barat (Jabar). Kami merupakan sentra produsen kebutuhan ikan nasional,” tegasnya kepada

Iklan sevilage

Kata dia, sebelumnya kolam para petani di Cirata berjumlah 90 ribu. Setelah dieksekusi kini jumlahnya terus berkurang. Hal itu juga dikatakannya, mempengaruhi jumlah ikan yang diproduksi.

Baca Juga
TMMD Ke-129, Rumah Warga Cibinong Cianjur Makin Kokoh, Progres Capai 37,6 Persen
Berita · Berita terkait

“Dulu kita bisa mensuplai hingga 100 Ton per hari. Sekarang, dengan eksekusi kolam besar-besaran, dari data yang kami peroleh per hari hanya mampu mensuplai ikan sebanyak 40 ton saja,” ujar Hermawan.

Keanjlokan produksi ikan, lanjut Hermawan, dikeluhkan oleh pasar. Pasalnya, permintaan saat ini terus meningkat sedangkan produksi dibatasi.

“Dengan dieksekusinya kolam apung di Cirata, jelas membatasi kami untuk produksi ikan. Saat ini kami pun menampung keluhan dari pasar di Jakarta, dan Sumatera yang meminta ikan dengan jumlah besar,” kata dia.

Maka dari itu, saat ini, Hermawan menuntut kepada pemerintah agar bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang tengah dialaminya. Dia berharap, pengeksekusian yangt dilakukan oleh aparat, hingga ada solusi terbaik.

Baca Juga
Viral Jukir Liar Pungut Uang dan Larang Wisatawan Asing ke Cibodas, Bupati Cianjur Instruksikan Penindakan
Berita · Berita terkait

“Kami meminta dan memohon kepada pemerintah, supaya masalah ini bisa diatasi terlebih dahulu sehingga menghentikan eksekusi yang terus-terusan dilakukan oleh aparat,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Drs H Gugun Gunawan mengatakan, aspirasi yang diterima dari para petani KJA di Waduk Cirata, akan disampaikannya kepada pemerintah provinsi (pemprov). Lantaran, menurutnya hal ini merupakan kewenangan pemprov.

“Petani yang menuntut pemberhentian eksekusi, kemungkinan akan disetujui hingga keputusan incraht (Inkrah, red) dikeluarkan pemprov mengenai keberlangsungan petani ikan di Waduk Cirata,” pungkasnya.(riz)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{