Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Suara Dentuman Disebut Bukan Berasal dari Letusan Anak Krakatau

Terbit 11 Apr 2020 04:03 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Suara Dentuman Disebut Bukan Berasal dari Letusan Anak Krakatau — Cianjur Update

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan, mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau mengeluarkan semburan dengan ketinggian berkisar 500 meter.

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Suara dentuman menghebohkan warganet di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu (11/4/2020). Namun Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara tersebut bukan berasal dari Gunung Anak Krakatau yang meletus.

“Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan. Mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil,” paparnya seperti diberitakan Kompas.com.

Baca Juga
Pengajian Al-Hidayah Jabar Gelar Syukuran HUT Bahlil, Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Hendra menambahkan, erupsi yang terjadi merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan. “Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Anak Krakatau meletus pada Jumat (10/4/2020) malam sekitar pukul 22.35 WIB.Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo, tinggi kolom abu Anak Krakatau teramati 500 meter di atas puncak atau 657 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 38 menit 4 detik,” kata Agus seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Baca Juga
Relawan Geram, Kebakaran Gunung Gede Pangrango Disebut Kondusif, Datangi Kantor BBTNGGP
Berita · Berita terkait

Letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB. Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Lampung selatan, kondisi mutakhir di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan pada Sabtu, (11/4/2020) pukul 04.00 WIB, tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik.

“Masyarakat di Kecamatan Rajabasa terutama wilayah sepanjang pantai yakni Desa Way Mulih, Desa Way Mulih Timur dan Desa Kunjir sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Warga masih berjaga-jaga dan ronda untuk memantau kondisi yang ada,” jelas Agus.

Pihaknya kini telah menetapkan suatus waspada (Level 2). Masyarakat diimbau untuk tidak panik.(ct2/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{