DEPUTI BRIN Sebut, Indonesia Timur Jadi Fokus Kemitraan Strategis Infrastruktur Riset dan Inovasi
CIANJURUPDATE.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di kawasan Indonesia Timur.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Dadan M. Nurjaman, Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, dalam pidato kunci pada Temu Bisnis Infrastruktur Berbasis Riset dan Inovasi yang digelar di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa.
“BRIN adalah penjuru Pemerintah Republik Indonesia dalam penanganan riset dan inovasi, termasuk infrastruktur yang tersebar di Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Kemitraan dengan Universitas Hasanuddin bertujuan membentuk hub strategis bagi peneliti, akademisi, industri, masyarakat, dan korps diplomatik di kawasan Indonesia Timur,” ujar Dr. Dadan.

Dr. Dadan menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari forum ini, baik dalam bentuk kerja sama riset, pemanfaatan fasilitas, pengembangan teknologi, lisensi, pengujian, maupun pengembangan produk. Menurutnya, forum ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri nasional yang inovatif, produktif, kompetitif, dan berbasis pengetahuan.
Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Dr. Eng. Hendra Pachri, S.T., M.Eng., IPU, menambahkan bahwa temu bisnis mempertemukan akademisi, periset, dan pembuat kebijakan dengan dunia industri.
“Industri membawa pendanaan dan kebutuhan nyata, sementara periset menghadirkan pengetahuan dan solusi. Perguruan tinggi memperkuat kapasitas keilmuan dan sumber daya manusia,” jelasnya.
Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BRIN dan Universitas Hasanuddin, sebagai langkah memperkuat kolaborasi strategis. Temu bisnis dihadiri sekitar 200 peserta, termasuk anggota DPR RI Komisi V Teguh Iswara, pelaku industri, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan korps diplomatik.
Hadir pula Ms. Mary Jennifer Domingo Dingal, Konsul Jenderal Filipina di Manado, dan Ms. Sanchi Davis, Konsul Jenderal Australia di Makassar. Davis menilai temu bisnis BRIN tepat waktu dan membuka wawasan pelaku riset serta diplomasi mengenai infrastruktur riset.
Sementara Domingo Dingal mengapresiasi inisiatif BRIN dalam mempromosikan kemitraan internasional melalui perwakilan negara sahabat di Sulawesi Selatan dan Utara.Dari Research-Driven ke Research-to-Impact
Sebelum penutupan, Dr. Joannes Ekaprasetya Tandjung, Direktur Penguatan dan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi, menekankan perlunya transformasi pendekatan kemitraan.
“Kemitraan harus bergeser dari sekadar research-driven menjadi research-to-impact. Hubungan transaksional dengan mitra perlu ditransformasikan menjadi ekosistem win-win bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup kuliah umum bertema Memperkuat Ekosistem untuk Indonesia di Wilayah Indonesia Timur yang disampaikan Deputi BRIN kepada mahasiswa lintas fakultas Universitas Hasanuddin.
Sebagai tindak lanjut, BRIN akan menggelar 2026 Leaders Summit on Research and Innovation Infrastructure pada 18–19 November 2026 di BRIN Thamrin, Jakarta.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


