Peserta Asal Jambi Wafat di Cianjur Saat Ikuti ITB Ultra Marathon 2026 Rute Jakarta–Bandung
CIANJURUPDATE.COM – Seorang peserta ajang lari ITB Ultra Marathon 2026, berinisial DMP (22), dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026). Korban merupakan peserta kategori Relay 16 dalam perlombaan lari jarak jauh yang menempuh rute Jakarta–Bandung sepanjang 180 kilometer.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban ditemukan terbaring di kawasan Pondok Pesantren Al-Ittihad, tepatnya di jalur menuju Gerbang 2 Bio Farma, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sekitar pukul 12.10 WIB.
Berdasarkan keterangan seorang saksi berinisial Y, yang merupakan sopir ambulans, korban diduga telah keluar dari jalur yang seharusnya dilalui peserta ITB Ultra Marathon 2026.

Menurutnya, jalur perlombaan seharusnya mengarah ke Jalan Raya Bandung. Namun, korban justru ditemukan berada di kawasan yang tidak termasuk rute tersebut.
"Peserta keluar dari rute. Mungkin sudah kebingungan atau pusing sehingga berjalan tidak sesuai arah. Seharusnya rutenya menuju Jalan Raya Bandung. Saat saya lihat, korban sudah terbaring dan langsung dibawa ke RSDH Hafidz," ujar Y, Sabtu (17/10/2026).
Y menjelaskan, setelah mengetahui adanya peserta yang membutuhkan pertolongan, dirinya sempat menghentikan sejumlah panitia yang melintas menggunakan sepeda motor untuk memastikan identitas korban.
"Saya sempat memberhentikan panitia yang memakai motor. Awalnya mereka mengaku tidak mengenali korban sebagai peserta. Kemudian saya berinisiatif meminta agar informasi tersebut dibagikan ke grup panitia dengan mencantumkan nomor telepon saya," katanya.
Tak berselang lama, lanjut Y, sejumlah panggilan telepon mulai masuk untuk menanyakan kondisi dan keberadaan korban.
"Setelah informasi dibagikan, tidak lama kemudian banyak yang menelepon menanyakan korban," ungkapnya.
Sementara itu, teknisi forensik RSUD Sayang Cianjur, Muhammad Gifan, membenarkan pihaknya menerima jenazah korban dari RSDH Hafidz sekitar pukul 17.30 WIB.
Menurut Gifan, pihak RSUD Sayang Cianjur hanya menerima jenazah untuk dilakukan tindakan pengawetan menggunakan formalin atas permintaan pihak rumah sakit sebelumnya dan keluarga korban.
"Kami di sini tidak mempunyai kewenangan untuk menjelaskan penyebab kematian. Kami hanya menerima jenazah dari RSDH Hafidz sekitar pukul 17.30 WIB atas permintaan pihak rumah sakit dan keluarga untuk dilakukan formalin sebagai salah satu persyaratan perjalanan menuju Jambi," jelas Gifan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memastikan penyebab meninggalnya peserta tersebut.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti meninggalnya DMP belum diketahui. Belum ada keterangan medis resmi mengenai kondisi korban sebelum ditemukan terbaring maupun penyebab kematiannya.
Diketahui, ITB Ultra Marathon 2026 merupakan ajang lari jarak jauh yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 dengan total lintasan sepanjang 180 kilometer.
Perlombaan tersebut dimulai dari Jakarta, melintasi Bogor, kawasan Puncak, hingga berakhir di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha Nomor 10, Kota Bandung.
Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari alumni dan mahasiswa ITB, alumni perguruan tinggi lainnya, komunitas pelari, hingga masyarakat umum.
Selain menjadi ajang olahraga ketahanan fisik, ITB Ultra Marathon 2026 juga mengusung misi sosial melalui dukungan terhadap program Beasiswa Berdampak ITB.
Para peserta dapat mengikuti perlombaan secara individu maupun beregu melalui kategori Relay 2, Relay 4, Relay 8, dan Relay 16, dengan batas waktu penyelesaian lomba selama 38 jam.
Peristiwa meninggalnya salah seorang peserta tersebut menjadi perhatian di tengah berlangsungnya kegiatan. Namun, hingga kini masih diperlukan keterangan resmi dari pihak penyelenggara dan tenaga medis untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian korban.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


