Puluhan Petani di Cianjur Terima Literasi Soal Peningkatan Pengelolaan Lahan
CIANJURUPDATE.COM — Forum Tani Organik Terpadu Indonesia (FOTRTEGIF) bersama Pegadaian menggelar Workshop dan Sosialisasi The Gade Integrated Farming di Kelompok Saung Tani Santri Al-Ikhlas, Kampung Leles RT 001/RW 002, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 30 petani. Para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pertanian terpadu, mulai dari pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk organik, pembenahan tanah, pemberian nutrisi tanaman hingga pembuatan dan penggunaan pestisida nabati.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kick-off The Gade Integrated Farming klaster Kantor Wilayah Bandung yang dilaksanakan di Kabupaten Cianjur. Program ini ditujukan untuk memberikan literasi sekaligus meningkatkan kapabilitas petani dalam mengelola lahan pertanian secara lebih optimal.

Aditya Debiet Widoro, Kepala Departemen Business Suport PT.Pegadaian Regional Jawa Barat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian yang salah satunya menyasar peningkatan kualitas hidup petani dan peternak.
“Ini merupakan bagian dari program Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Salah satunya memang kita menyasar peningkatan kualitas hidup daripada petani atau peternak,” ujar Aditya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan program tersebut Pegadaian menggandeng FOTRTEGIF sebagai lembaga yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pembinaan kelompok tani.
Melalui workshop tersebut, kata Aditya, petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan lahan, tetapi juga pembelajaran mulai dari pembuatan pupuk, pengelolaan lahan agar lebih produktif, proses penanaman hingga tahap panen.
“Tujuannya tentu adalah meningkatkan kapabilitas petani agar bisa menggarap lahan pertaniannya lebih optimal sehingga outcome-nya juga semakin meningkat,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas pertanian, Pegadaian juga memperkenalkan sejumlah produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya para petani.
Kepala Pegadaian Cabang Cianjur, Aris Abdul Rohim mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan workshop tersebut karena diharapkan dapat membantu petani mengenal berbagai produk Pegadaian yang dapat mendukung kebutuhan mereka.
“Harapan kami, karena workshop ini ada di Cianjur, mudah-mudahan para petani bisa mempergunakan produk-produk kami yang ada di Pegadaian Cabang Cianjur,” ujar Aris.
Ia menyebut salah satu produk yang dapat dimanfaatkan petani adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, terdapat pula produk pembiayaan dengan jaminan surat tanah yang dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Aris berharap kegiatan serupa dapat semakin memperluas pengetahuan masyarakat mengenai sektor pertanian sekaligus membuka akses informasi mengenai produk Pegadaian bagi petani di Kabupaten Cianjur.
“Ke depannya, mudah-mudahan produk-produk kami bisa dimanfaatkan para petani yang ada di Cianjur dan mereka lebih mengenal produk yang ada di Pegadaian Cianjur,” katanya.
Melalui The Gade Integrated Farming, kolaborasi antara Pegadaian dan FOTRTEGIF diharapkan dapat mendorong petani menerapkan sistem pertanian yang lebih terpadu dan produktif, sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


