Siswi SDN Kertajadi Cidaun yang Tertimpa Bangunan Pagar Dirujuk ke RSUD Sayang
CIANJURUPDATE.COM – Insiden robohnya gapura sekolah di SDN Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (26/10/2026) pagi, menyisakan peristiwa tragis. Seorang siswi kelas 5 berinisial NN, saat bersama orang tuanya, tertimpa material bangunan.
Kejadian naas itu berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB, menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Saat peristiwa, hujan tengah mengguyur kawasan tersebut. Korban bersama orang tuanya diketahui sedang berteduh di sekitar pintu gerbang sekolah ketika bangunan gapura tiba-tiba ambruk.
Akibat kejadian itu, NN mengalami cedera pada bagian kepala sehingga harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Korban awalnya dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pagelaran.
Pada Senin malam, korban kembali dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk tindakan operasi pada bagian kepala.
Kabid Medis RSUD Sayang, dr. Nurul Hadi mengungkapkan, bahwa korban tiba di rumah sakit pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB dengan diagnosis awal cedera kepala ringan (CKR).
Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan pada bagian kepala yang memerlukan penanganan dokter spesialis bedah saraf.
"Pasien datang ke Rumah Sakit Sayang pada Senin malam sekitar pukul 10 malam. Saat datang kondisinya mengalami cedera kepala ringan akibat tertimpa gapura sekolah," ujar dr. Nurul kepada wartawan pada Selasa (27/10/26).
Menurutnya, tim medis telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban dan merencanakan tindakan operasi untuk menangani pendarahan tersebut.
"Untuk saat ini pasien sedang ditangani oleh dokter bedah saraf. Rencananya nanti malam akan dilakukan operasi di bagian kepala karena terdapat pendarahan," jelasnya.
Terkait lokasi pendarahan, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kondisi tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut melalui tindakan medis yang direncanakan.
"Nanti akan dilihat saat dilakukan operasi, apakah pendarahannya berada di luar otak atau di bagian lainnya," ungkapnya.
Selain mengalami cedera kepala, korban juga mengalami sejumlah luka lecet pada bagian kaki. Namun, penanganan medis saat ini diprioritaskan pada cedera kepala.
Pihak rumah sakit memastikan bahwa korban masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Meski demikian, korban membutuhkan waktu istirahat dan pemantauan medis secara intensif menjelang tindakan operasi.
"Untuk saat ini korban masih sadar, masih bisa berkomunikasi, hanya saja tidak terlalu lama karena membutuhkan istirahat," katanya.
Sementara itu, terkait pembiayaan pengobatan, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa seluruh biaya penanganan medis korban ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Dengan adanya jaminan pembiayaan tersebut, keluarga korban diharapkan dapat lebih fokus mendampingi proses pemulihan anaknya.
"Untuk pembiayaan sendiri ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Jadi, tidak ada masalah untuk biaya pengobatan," tegasnya.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


