Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Isfhan Taufik Munggaran Soroti ASN Cianjur yang Masih Terima Bantuan Sosial, Minta Pembaruan Data: Harus Sadar Diri

Terbit 27 Okt 2026 11:58 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Isfhan Taufik Munggaran Soroti ASN Cianjur yang Masih Terima Bantuan Sosial, Minta Pembaruan Data: Harus Sadar Diri — Cianjur Update
Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, menyoroti fenomena adanya aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cianjur yang diduga masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah atau kelompok penerima manfaat (KPM).

CIANJURUPDATE.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, menyoroti fenomena adanya aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cianjur yang diduga masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah atau kelompok penerima manfaat (KPM). 

Menurutnya, apabila kondisi tersebut benar terjadi, maka hal itu harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang di masa mendatang.

Isfhan mengatakan, dirinya pernah mendengar informasi terkait adanya ASN yang masih menerima bantuan sosial. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut secara menyeluruh.

Iklan sevilage

"Saya pernah melihat berita itu, tetapi benar atau tidaknya saya kurang paham. Yang jelas, kalau memang itu terjadi dan ada ASN di Cianjur yang masih menerima program bantuan serta menjadi kelompok penerima manfaat, ya harus sadar diri," ujar Isfhan, usai Sosialisasi Desiminasi program bersama Kemensos RI, di Desa Gekbrong Cianjur, Selasa 27 Oktober 2026.

Baca Juga
Semangat Kepedulian di Hari Sumpah Pemuda, YBM PLN Bantu Biaya Kesehatan Ananda Salwu di Cianjur
Berita · Berita terkait

Menurutnya, seorang ASN, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), telah memperoleh penghasilan yang dijamin negara sehingga seharusnya tidak lagi masuk dalam kategori masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial.

Ia menegaskan, masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan pemerintah, terutama mereka yang bekerja serabutan dan memiliki keterbatasan ekonomi.

"Masih banyak orang yang membutuhkan. Masih banyak masyarakat yang bekerja serabutan dan kehidupannya jauh lebih layak untuk menjadi penerima bantuan. Kalau PPPK sudah digaji dan dijamin oleh negara, tentunya harus ada kesadaran diri," katanya.

Baca Juga
Gapura SDN Kertajadi Cianjur Roboh, Siswi dan Orang Tua Tertimpa Hingga Terluka
Berita · Berita terkait

Isfhan menilai, persoalan tersebut harus dijadikan pembelajaran untuk memperbaiki sistem pendataan penerima bantuan sosial. Ia mendorong agar proses pembaruan data dilakukan lebih cepat dan akurat sehingga tidak memunculkan persoalan serupa di kemudian hari.

"Pembaruan data harus lebih cepat. Kalau hal seperti ini terjadi lagi, yang pertama kali merasa malu tentu keluarganya sendiri. Apalagi sekarang zamannya serba cepat dan informasi mudah viral. Ketika nama seseorang muncul di publik sebagai penerima bantuan yang sebenarnya sudah tidak layak, siapa yang bisa disalahkan?" ujarnya.

Selain menekankan pentingnya kesadaran pribadi, Isfhan juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan program bantuan sosial untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan perbaikan data secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa langkah antisipasi telah dilakukan bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar data penerima manfaat semakin tertata dan tepat sasaran.

Baca Juga
Ditemukan Sekarat di Tepi Jalan, Satwa Diduga Anak Macan Tutul Mati di Cibinong Cianjur
Berita · Berita terkait

"Sebagai pegawai juga kita harus sadar diri. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Untuk langkah antisipasi, saya beriringan dengan para pendamping PKH dan para kepala OPD. Tolong rapikan barisan, perbaiki data, dan berbenah diri di tubuh internal masing-masing," tegasnya.

Menurut Isfhan, ketepatan data penerima bantuan sosial menjadi kunci utama agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penyaluran bantuan sosial.

Dengan pembaruan data yang lebih cepat dan sinergi antara pemerintah daerah, pendamping sosial, serta masyarakat, diharapkan bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak lagi ditemukan penerima manfaat yang secara ekonomi sudah tidak memenuhi kriteria.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Dadan Suherman
Preferensi Sumber Google
{