Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

SMAN 1 Pacet Larang Makeup Berlebihan, Alat Rias Siswa Dirazia dan Dimusnahkan

Terbit 26 Okt 2026 22:28 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
SMAN 1 Pacet Larang Makeup Berlebihan, Alat Rias Siswa Dirazia dan Dimusnahkan — Cianjur Update
SMAN 1 Pacet Cianjur menyita dan memusnahkan alat makeup siswa. Foto: Istimewa

CIANJURUPDATE.COM — Pihak SMAN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, mengambil langkah tegas dengan menggelar pemusnahan barang sitaan berupa kosmetik dan alat makeup berlebihan milik para siswi di lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026) pagi. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk penegakan disiplin serta upaya preventif menekan potensi perundungan (bullying) dan pelecehan di lingkungan sekolah.

Aksi pemusnahan kosmetik yang terekam dalam video berdurasi 38 detik tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun resmi sekolah. Dalam video tersebut, tampak ratusan siswa menyaksikan penyitaan serta pemusnahan barang-barang larangan yang dikumpulkan dari tas peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 1 Pacet, Angga Dita Noviana, menjelaskan bahwa larangan penggunaan kosmetik mencolok sudah disosialisasikan secara intensif sejak awal tahun ajaran baru.

Iklan sevilage

"Sudah kami sampaikan itu pada siswa saat SPMB dan MPLS Panca Waluya. Bahkan saat disampaikan para rapat orangtua, mereka sangat menyetujui aturan tersebut," ujar Angga, Senin (26/10/2026).

Sebelum tindakan pemusnahan diambil, pihak kesiswaan dan jajaran guru terus melakukan pengawasan harian di gerbang sekolah.

Baca Juga
Siswa SMKN 1 Cianjur Ikuti PTA SMAKZIE 2026 di Sarongge, Kepsek: Satu Langkah Kuatkan Semangat
Berita · Berita terkait

"Ada penghapusan makeup yg berlebihan atau tebal menggunakan tisu basah/micellar water oleh kesiswaan," ucap Angga.

Ia menambahkan, pembinaan bertahap sejatinya telah dilakukan lewat razia berkala dan penyitaan sementara.

"Sebelum penindakan yang viral juga kami seringkali razia, menyita alat makeupnya. Tapi saat itu langsung dikembalikan saat pulang sekolah atau diserahkan pada orangtua sambil memberikan kembali edukasi untuk tidak melakukan pelanggaran serupa," kata Angga.

Namun, lantaran masih banyak siswa yang membawa kosmetik lengkap ke sekolah, tindakan penertiban akhir disepakati pascakegiatan keagamaan sekolah.

"Sudah sering diingatkan dan dilakukan pembinaan, tapi tetap saja dibawa ke sekolah. Bahkan ada yang mawa set makeup lengkap dalam tasnya. Makanya kami lakukan razia hingga pemusnahan usai kegiatan salat dua dan kegiatan siswaainnya pada Jumat pagi," tutur Angga.

Baca Juga
Terjaring Razia Knalpot Brong, Dua Pria Diduga Pengedar Obat Terlarang Berdalih Alami Gangguan Jiwa
Berita · Berita terkait

Perlindungan Siswa dan Pemeriksaan Menyeluruh

Angga mengklarifikasi bahwa pemusnahan tidak dilakukan secara asal. Barang perawatan kulit dasar (skincare) yang tergolong kebutuhan kesehatan tetap dikembalikan kepada para siswi.

"Kalau untuk alat makeup standar demi melindungi kulit diperkenankan. Makanya setelah razia kemarin langsung dikembalikan," kata Angga.

Pihak sekolah menegaskan, aturan ketat mengenai penampilan di lingkungan belajar bertujuan untuk membentengi para siswi dari aksi perundungan maupun perlakuan tidak menyenangkan.

"Dengan make-up yang tebal, para siswi menjadi berpenampilan mencolok. Rentan ada yang cat calling, kemudian ada bully juga ketika make up-nya tebal, dan berpotensi mencari korban pelecehan. Makanya kami larang, kemudian lakukan tindakan ini demi melindungi siswi kami," tutur Angga.

Baca Juga
Curanmor di SDN Kawunglunguk Sukaresmi Cianjur, Honda Beat Milik Orang Tua Siswa Raib
Berita · Berita terkait

Selain menyasar tas siswi, penertiban juga berlaku bagi siswa laki-laki guna memastikan keselamatan dan ketertiban lingkungan belajar.

"Tentu tidak hanya tas milik siswi yang diperiksa, tapi tas siswa laki-laki juga kami cek. Untuk memastikan tidak ada barang yang dilarang untuk pelajar, seperti rokok," kata Angga.

Meski menuai pro dan kontra dari masyarakat luas, SMAN 1 Pacet berkomitmen untuk tetap konsisten menjalankan aturan disiplin sekolah demi perlindungan peserta didik.

"Kami sadar ini tidak populis, bahkan saat video diunggah di media sosial menimbulkan beragam tanggapan. Tapi ini sekali lagi kami tegaskan demi melindungi siswa," tutup dia.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Reza Renaldi
Preferensi Sumber Google
{