Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Mengenal Varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta yang Sudah Ditemukan di Indonesia

Terbit 16 Jun 2021 03:11 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Mengenal Varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta yang Sudah Ditemukan di Indonesia — Cianjur Update
VARIAN: Mengenal varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta. (Foto: Internet)

CIANJURUPDATE.COM, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengumumkan adanya temuan tiga varian baru Covid-19 yang mulai menyebar di Jakarta, yaitu varian Alpha, Beta, dan Delta.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti menerangkan, bahwa 19 kasus varian baru Covid-19 telah masuk ke Jakarta. Hal ini berdasarkan hasil pengetesan sampel tes PCR dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

Selain itu, lanjutnya, sebagian besar varian tersebut terpapar dari pekerja migran.

Iklan sevilage

Ia menyebut, lima dari 19 orang tersebut merupakan warga negara Indonesia. Saat ini kelima orang tersebut telah dinyatakan sembuh.

“Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta, (yaitu) Alpha, Beta, dan Delta,” ujar Widyastuti kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Widyastuti belum mengetahui asal penularan virus dari kelima orang tersebut. Adapun 14 orang yang belum dinyatakan sembuh kini masih menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Baca Juga
Viral Video Bermesraan Berseragam Sekolah di Cianjur, Pihak SMKN 1 Cidaun Tegaskan Pasangan Sudah Menikah
Berita · Berita terkait

Varian Alpha

Virus varian Alpha ini ditemukan pertama kali di Inggris. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio mengungkap pada awal Maret kemarin kalau Corona varian B117 atau Alpha asal Inggris sudah ditemukan di DKI Jakarta.

Merebaknya kasus Corona B117 memicu peningkatan kapasitas WGS, termasuk dari Eijkman.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut, tidak ada bukti kalau varian Corona B117 lebih ganas dibandingkan dengan varian yang mendominasi sebelumnya.

“Dari penelitian di negara lain varian ini disebut lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan,” ujar Nadia, Selasa (8/3/2021).

Varian Beta

Varian beta merupakan virus asal Afrika Selatan. Awal Mei lalu ada satu kasus Corona mutasi Afrika Selatan di Bali. Kini, terkonfirmasi juga ada di Jakarta.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meminta, supaya masyarakat lebih mewaspadai varian mutasi Corona baru yang penularannya lebih tinggi.

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Zoe Covid Symptom Study, mengungkapkan setidaknya 15 gejala yang mungkin disebabkan varian baru virus Corona Afrika Selatan.

Gejalanya antara lain, kehilangan kemampuan indra penciuman (anosmia), demam, batuk terus-menerus, kelelahan parah, sakit kepala, sakit perut, nyeri dada, sakit tenggorokan, sesak napas yang parah, nyeri otot, suara serak, delirium, diare, dan ruam kulit.

Varian Delta

Corona varian delta ini pertama kali ditemukan di India. Varian baru Corona itu lalu diteliti oleh ahli epidemiologi asal Inggris dan diberi nama varian B1617.2. Varian delta ini disebut 60 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Alpha atau B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Budi Gunadi yang menyebutkan ledakan Covid-19 di Kudus dipengaruhi oleh varian Corona India B1617.2 atau varian delta.

Baca Juga
Indonesia Tourism & MICE Outlook, Pengelola Kebun Raya Serukan Kolaborasi PPP Perkuat Pariwisata 2027
Berita · Berita terkait

Menurut Budi, penularan varian baru tersebut disebabkan oleh banyaknya pekerja migran Indonesia yang pulang dan juga aktivitas di kawasan pelabuhan laut.

Dokter menyebut belum ada kepastian soal gejala infeksi varian Delta. Meski belum banyak penjelasan terkait varian ini, para dokter mencatat gejala pasien varian Delta mencakup:

Demam, sesak napas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau (anosmia), sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare.

Budi menuturkan, varian Delta sudah mendominasi di Kudus, Bangkalan, dan Jakarta. Menurutnya, varian ini lebih cepat penularannya. Karena itu, dia meminta penerapan protokol kesehatan diperketat.

“Karena ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan. Ini perlu benar-benar kedua hal tadi dipercepat atau diperhatikan. Baik implementasi di lapangan maupun akselerasi vaksinasi,” tandasnya.(sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{