Memanas, Warga Ciguntur Pacet Tolak Paksa Alat Berat yang Berani Naik Upaya Proyek Geothermal
CIANJURUPDATE.COM – Ketegangan terjadi di wilayah Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, setelah warga menolak adanya sejumlah alat berat yang mencoba masuk ke wilayah tersebut, pada Senin 26 Januari 2026 malam.
Warga memaksa operator alat berat untuk turun kembali sebagai bentuk protes atas rencana pembukaan jalan proyek geothermal yang dinilai tidak transparan.
Berdasarkan informasi di lapangan, awalnya terdapat rencana untuk menaikkan tiga unit alat berat. Namun, hanya dua unit yang terlihat di lokasi, sementara satu ekskavator besar masih tertahan di bawah karena kendala medan jalan.

Alat-alat berat tersebut rencananya akan digunakan untuk membuka akses jalan mulai dari arah Ciguntur, yang diproyeksikan berakhir di titik pengeboran (titik bor) geothermal.
Menanggapi hal itu, warga secara swadaya melakukan penghadangan dan berhasil mengusir alat berat tersebut keluar dari wilayah mereka.
Tokoh masyarakat setempat, Aryo Prima, menyatakan bahwa penolakan ini didasari oleh kekhawatiran akan kerusakan lingkungan jika proyek geothermal tetap berjalan.
“Masyarakat sudah tahu, kalau bagian atas (gunung) dirusak, pasti bagian bawah akan terkena dampak yang lebih parah,” ujar Aryo saat diwawancarai cianjur update dilokasi, Selasa 27 Januari 2026 dini hari.
Selain masalah lingkungan, warga merasa diabaikan oleh pihak perusahaan dan pemerintah setempat.
“Warga mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai adanya alat berat yang akan naik melalui akses jalan warga itu,” kata dia.
Ia menyebut, informasi mengenai pergerakan alat berat justru diketahui warga secara tidak sengaja melalui surat koordinasi perusahaan ke pihak Kodim 0608 yang dianggap dilakukan secara tertutup.
“Warga menyayangkan adanya oknum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang mengawal alat berat, yang sempat memicu gesekan di lapangan sebelum akhirnya ditarik mundur oleh pimpinan daerah mereka,” ucap dia.
Aryo menegaskan, akan terus mengawal wilayah mereka dan tetap menolak masuknya alat berat selama belum ada kejelasan dan kesepakatan. Mereka juga meragukan profesionalisme proyek ini, mengingat prosedurnya yang dinilai tidak terbuka kepada publik.
“Kami menghindari kekerasan, tapi kalau ada yang naik lagi, akan kami turunkan lagi. Seharusnya proyek besar seperti ini dilakukan secara gagah dan terbuka, bukan sembunyi-sembunyi,” pungkasnya.***
Editor: Dadan Suherman
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


