Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka 13 April 2026, Sistem RFID Cegah Pendaki Ilegal

Terbit 2 Apr 2026 13:54 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka 13 April 2026, Sistem RFID Cegah Pendaki Ilegal — Cianjur Update
Keindahan Gunung Gede Pangrango menyambut babak baru pendakian dengan penerapan teknologi RFID demi keselamatan dan pengendalian pendaki ilegal. Foto: Rendi Irawan/CianjurUpdate

CIANJURUPDATE.COM – Kabar gembira bagi para pecinta alam. Setelah enam bulan “beristirahat” dari aktivitas pendakian akibat masalah sampah dan upaya pembenahan manajemen, jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dipastikan akan kembali dibuka. Menariknya, pembukaan kali ini membawa standar keamanan baru yang jauh lebih ketat melalui implementasi teknologi pelacakan.

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Nomor 06 Tahun 2026, gerbang pendakian akan resmi dibuka mulai 13 April 2026.

Salah satu terobosan paling signifikan dalam pembukaan kali ini adalah kewajiban penggunaan gelang Radio Frequency Identification (RFID). Alat ini bukan sekadar aksesoris, melainkan sistem keamanan berlapis yang menggunakan gelombang radio untuk memantau pergerakan pendaki secara real-time.

Iklan sevilage

Humas BBTNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa prioritas utama dari teknologi ini adalah keselamatan jiwa. Namun, sistem ini juga berfungsi sebagai filter efektif untuk menyaring pendaki tanpa izin (ilegal).

Baca Juga
Peringati HUT ke-81 RI, Tim Gabungan Kibarkan Bendera Merah Putih di Area Bekas Kebakaran Gunung Gede Pangrango
Berita · Berita terkait

“Gelang RIFD akan mulai diberlakukan saat pembukaan nanti. Tujuannya untuk keselamatan dan mempermudah pencarian pendaki hilang. Tapi sekaligus penanda. Kalau ditemukan pendaki tanpa gelang tersebut, maka kemungkinan besar ilegal dan akan langsung diamankan petugas di jalur pendakian,” tegas Agus Deni, Kamis (2/4/2026).

Mekanisme Pendaftaran dan Kuota

Bagi para pendaki yang sudah sempat mendaftar sebelum penutupan, pihak pengelola menyediakan opsi penjadwalan ulang. Berikut adalah poin-poin penting terkait prosedur pendakian terbaru, yakni dilakukan sepenuhnya secara online melalui situs resmi BBTNGGP.

Calon pendaki lama diminta segera menghubungi call center untuk mengatur ulang tanggal keberangkatan, dibatasi maksimal 300 pendaki per hari yang terbagi di tiga jalur resmi (Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana).

Baca Juga
HUT ke-81 RI, Istana Cipanas Dibuka sebagai “Rumah Rakyat”, Sediakan CKG dan 15 Ribu Mamin UMKM Lokal
Berita · Berita terkait

“Betul pendakian dibuka kembali pada 13 April mendatang. Silakan yang akan mendaki untuk mendaftar ulang atau mendaftar baru secara online,” tambah Agus.

Penutupan selama setengah tahun terakhir menjadi pelajaran berharga bagi pengelola dan masyarakat. Masalah sampah yang sempat menumpuk menjadi alasan utama di balik perbaikan sistem ini. Dengan dibukanya kembali jalur pendakian, pihak BBTNGGP menitipkan pesan kuat bagi para petualang.

“Jadi kami harap dengan telah dibukanya lagi pendakian, diharapkan para pendaki menjadi pendaki cerdas yang tidak naik secara ilegal serta tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{