Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Dedi Mulyadi Dihujat Setelah Tutup Tambang Ilegal, Responsnya Mengejutkan!

Terbit 29 Jan 2025 07:07 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Dedi Mulyadi Dihujat Setelah Tutup Tambang Ilegal, Responsnya Mengejutkan! — Cianjur Update
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dihujat setelah menutup tambang ilegal di Subang. (Foto: Istimewa)

Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, dihujat setelah menutup tambang ilegal di Kabupaten Subang. Para pedemo bahkan menyebutnya sebagai penjahat dan pengkhianat.

Dalam demonstrasi di Gedung DPRD Subang, massa menuntut agar tambang ilegal kembali dibuka. Dedi pun merespons hinaan tersebut melalui unggahan di akun TikTok resminya.

“Banyak yang bertanya apakah saya akan menuntut mereka yang menghina saya di depan umum,” ujar Dedi dalam unggahannya dilansir, Rabu (29/1/2025).

Iklan sevilage

Dedi Mulyadi mengaku terbiasa dihujat dengan hinaan dan ancaman, termasuk upaya pembunuhan terhadapnya. Namun, ia menegaskan akan tetap bertindak demi kepentingan rakyat Jawa Barat.

Baca Juga
Kebakaran Alun-Alun Suryakencana, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede Ditutup 5 Hari Mulai 7-11 Agustus 2026
Berita · Berita terkait

“Saya ingin mengajarkan masyarakat Jabar tentang visi kecerdasan,” katanya.

Dedi menilai bahwa tuntutan pedemo bertentangan dengan logika publik dan hukum. Ia menegaskan bahwa tambang ilegal merusak lingkungan serta infrastruktur.

Menurutnya, aksi tersebut justru menunjukkan ketidakpedulian terhadap kepentingan masyarakat. Apalagi, ada tokoh yang pernah memimpin partai politik turut dalam demonstrasi.

“Apalagi (pedemo) memiliki latar belakang pernah memimpin sebuah parpol,” tegas Dedi.

Baca Juga
Antisipasi Kebakaran Lagi, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup hingga Waktu yang Belum Tetap
Berita · Berita terkait

Dedi berharap masyarakat Jawa Barat memahami bahwa perubahan membutuhkan pengorbanan. Ia menyadari bahwa keputusannya mengganggu kepentingan segelintir orang.

“Tanah Jabar bukan milik perorangan, tapi milik kita semua,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk kepentingan saat ini saja, tetapi demi generasi mendatang.

“Silakan caci maki saya sesuka hati. Tapi saya ingin melihat rakyat Jabar merasakan manfaatnya di masa depan,” jelasnya.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{