Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cerita di Balik Keindahan Curug Citambur

Terbit 18 Jul 2020 03:06 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Cerita di Balik Keindahan Curug Citambur — Cianjur Update

– Curug Citambur di Kampung Karawa Getok, Desa Karang Jaya, Kacamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur menyimpan cerita di balik keindahannya. Banyak legenda yang melekat dalam ingatan warga Cianjur seperti terkait air terjun atau Curug Citambur Cianjur, Jawa Barat.

Konon Katanya, Prabu Tanjung Sanghyang Anginan (Raja) yang kini dijadikan nama Desa Pasir Angin sering membersihkan diri, mandi, dan bertapa di curug tersebut setiap Jumat. Dengan perkasanya, Sanghyang datang ke curug tersebut dengan menggunakan seekor kuda. Lengkap dengan pengikutnya yang menabuh alat musik tambur atau dalam Bahasa Sunda yang di sebut dog-dog.

“Begitulah kenapa kecamatan ini dinamai Kecamatan Cikuda karena Saghiyang dulu sering menaiki kuda sebagai alat transportasi pada masanya. Dinamai Curug Citambur karena dahulu para pengikutnya selalu menabuh alat musik tambur atau dog-dog,” kata Pengelola Air Terjun Citambur, Yuche (47), saat dikonfirmasi Rabu (15/7/2020).

Baca Juga
FBI DPC Cianjur Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Cibeber
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Namun asal-usul nama Cueug Citambur ini banyak versinya. Seorang sesepuh setempat, Aki Adin (80), menerangkan, menurut kepercayaan nenek moyangnya dulu kawasan di mana curug tersebut berada merupakan Kerajaan Tanjung Anginan. Sang raja bergelar Prabu Tanjung Sanghyang Anginan.

Kerajaannya berada tepat di depan pintu masuk, yang kini digunakan sebagai Kantor Desa Karang Jaya. Ada ritual unik saat Sanghyang ketika akan menuju pemandian.

“Lantunan alat musik tambur atau dog-dog kerap ditabuh para pengikutnya, sampai-sampai terdengar cukup jauh sehingga warga mendengarnya,” ungkapnya.

Baca Juga
Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

Dulu kata Aki Adin, tidak mudah untuk sampai ke curug ini, karena harus melalui sejumlah desa dan menembus hutan.

“Versi lainnya menyebutkan, bahwa air terjun ini dinamai Citambur karena air yang turun dari atas tebing mengeluarkan suara berderum mirip dengan alat musik tambur. Dimainkan dengan cara dipukul seperti kendang,” ungkapnya.(ct6/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{