Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Suka Duka Mahasiswa asal Cianjur di Tengah Lockdown Malaysia

Terbit 29 Mar 2020 09:23 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Malaysia adalah salah satu negara yang memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah. Diketahui Malaysia memberlakukan lockdown dari 18 Maret – 31 Maret 2020 yang kini diperpanjang hingga 14 April 2020. Hal itu dilakukan guna menghambat penyebaran virus corona atau Covid-19. Itu pun membuat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia tidak bisa kembali ke Tanah Air untuk sementara.

Muhammad Nezard misalnya, ia merupakan mahasiswa asal Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Nezard kuliah di University Islam Perlis jurusan Islamic Banking & Finance, Malaysia. Ia pun pengalamannya berada di Malaysia ketika lockdown karena Covid-19.

Meskipun upaya pemerintahan Malaysia dinilai cukup bagus untuk menangani wabah Virus Corona atau Covid-19. Nezard mengatakan hal itu juga berimbas pada seluruh program atau kegiatan yang biasanya ada.

Iklan sevilage

“Itu juga menyebabkan semua program atau event yang biasanya ada diundur dan semua kegiatan formal dinonaktifkan sementara. Contohnya STPM atau bisa dibilang UN di negara Indonesia. Perbedaan kebijakan pemerintah Malaysia dan Indonesia mengenai ini adalah di Malaysia waktu pelaksanaannya yang diundur, namun di Indonesia ditiadakan,” tuturnya saat dihubungi Cianjur Update, Minggu (28/03/2020).

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

Tidak Boleh Pulang

Ia menjelaskan, mahasiswa atau pekerja asing yang ingin pulang ke negara asalnya tidak diperbolehkan selama masa lockdown di Malaysia berlangsung. Tentara dan polisi Malaysia pun berpatroli di sepanjang jalan dan pusat perbelanjaan.

“Mereka juga tidak segan-segan akan memberi hukuman ke setiap orang yang keluar dari rumah tanpa keperluan apapun dan orang yang tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Ia menyebut, kementrian agama di Malaysia mengimbau masyarakatnya untuk tidak sholat di masjid sementara waktu. Diperkirakan sudah tiga Minggu masyarakat Malaysia tidak melaksanakan salat Jumat.

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

“Namun mereka tidak mengeluh karena mereka paham,” ungkapnya.

Kini, suasana jalanan di Malaysia sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Tak ada kemacetan karena tak ada kendaraan yang beroperasi. Bahkan, angkutan umum dan ojol pun tidak ada.

“Tidak hanya jalanan bahkan tempat perbelanjaan yang biasanya ramai pun sepi. Pemerintah Malaysia dan kerajaan menjamin kehidupan semua warga Malaysia selama lockdown, dengan memberi masker, obat-obatan, dan makanan. Itu pun berlaku untuk semua mahasiswa dan pekerja asing. Semoga orang-orang terhindar dari Covid-19. Salam dari mahasiswa Malaysia,” tandasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{