Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

RSUD Cimacan Tangani 179 Kasus Covid-19, Per Maret hingga November

Terbit 8 Dec 2020 05:46 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
RSUD Cimacan Tangani 179 Kasus Covid-19, Per Maret hingga November — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cipanas – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan mencatat, ada 179 pasien positif, 239 suspek, dan 42 orang meninggal akibat Covid-19 dari Maret hingga November 2020.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Cimacan, dr Hani mengatakan, 179 pasien positif Covid-19 tersebut merupakan hasil pemeriksaan intensif dokter pada pasien yang awalnya dirawat biasa, namun ditemukan gejala Covid-19.

“Seluruh pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sudah melalui pemeriksaan intensif yang akurat,” ujarnya kepada , Selasa (8/12/2020).

Iklan sevilage

dr Hani menuturkan, untuk ruang isolasi di RSUD Cimacan sudah dilengkapi dengan ruangan bertekanan negatif dengan ventilator dua buah, isolasi tekanan negatif tanpa ventilator ada 16, isolasi non tekanan (air flow) tanpa ventilator ada delapan, dan isolasi IGD lima ruangan.

Baca Juga
Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Cugenang, Jalan Sempat Tercecer Solar Hingga Macet Kedua Arah
Berita · Berita terkait

“Sebagian sudah bertekanan negatif dan hepafilter dengan ventilator yang semuanya berjumlah 31 buah,” ungkapnya.

Selain itu, kata dr Hani, pasien yang positif Covid-19 ketika melakukan isolasi di RSUD Cimacan, maka tidak dikenakan biaya apapun.

“Engga bayar kang, kalau yang positif Covid-19, soalnya sudah ditanggung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga
Anak Perempuan Diduga Nekat Bakar Rumahnya Sendiri Hingga Hanguskan Bangunan Lain, Motif Masih Didalami
Berita · Berita terkait

Menurutnya, bagi pasien umum yang awalnya dirawat di ruang biasa kemudian selama perawatan kondisinya memburuk, akan segera dilakukan pemeriksaan intensif, seperti, rontgen dada hingga swab test.

“Nah jika ada gejala seperti ke arah Covid-19, akan langsung dipindahkan ke ruang isolasi dan pada saat perawatan di ruang biasa sebelumnya tetap harus dibayar oleh pasien kecuali pasien BPJS tentu tidak dikenakan biaya,” paparnya.

Meski demikian, lanjut dr Hani, setelah masuk ruang isolasi Covid-19, semua pasien tidak dikenakan biaya.

Baca Juga
Aksi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Sawer Rp2 Ribuan ke Pengayuh Becak Lansia Hingga Berdesakan Menuai Kritik Warganet
Berita · Berita terkait

“Jadi kadang masyarakat salah paham dan nanya, kok kami bayar? Itu karena awal masuk dengan diagnosis lain, namun setelah beberapa hari perawatan dirawat inap biasa, dicurigai ke arah Covid-19, gitu kang,” ungkapnya.

dr Hani mengungkapkan, bagi warga yang sudah terkena Covid-19, lalu ia sembuh, maka warga tersebut bisa kembali terpapar lagi.

“Maka dari itu, kami sarankan yang sudah sembuh dari Covid-19, harus rutin meminum vitamin C, pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi, kurangi makan di luar, rutin berolahraga, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tandasnya.(ct6/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{