Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

PSBB Cianjur Tidak Maksimal, Serapan Anggaran Tidak Minimal

Terbit 15 May 2020 12:54 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
PSBB Cianjur Tidak Maksimal, Serapan Anggaran Tidak Minimal — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – 10 hari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial di Kabupaten Cianjur dinilai tidak maksimal. Semakin hari semakin ramai aktivitas warga di luar rumah.

Pernyataan PSBB tidak maksimal, serapan anggaran tidak minimal pun diungkapkan Pentolan Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar. Pria yang akrab disapa Ebes ini mengungkapkan, ketidakmaksimalan pemberlakuan PSBB disebabkan oleh tidak adanya perbup yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Hal tersebut membuat tidak adanya sanksi yang dapat diberikan kepada warga yang melanggar PSBB.

“Cianjur merupakan satu-satunya kabupaten dari 27 Kota Kabupaten (Kokab) di Jawa Barat (Jabar) yang tidak mengeluarkan perbup saat PSBB,” ungkapnya.

Iklan sevilage

Ebes menilai, di tengah ketidakmaksimalan pemberlakuan PSBB tidak maksimal, serapan anggaran yang dikeluarkan sumber penanganan Covid-19 justru tidak minimal. Dari data yang dimilikinya, Pemda Cianjur melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19,dan dinas terkait sudah mencairkan anggaran Rp22 Milyar dari total Rp100 Milyar.

Baca Juga
KDM Tanggapi Tawuran Pelajar di Cilaku Cianjur, Siapkan Pembinaan Barak Militer
Berita · Berita terkait

“Kalau pemberlakuannya tidak maksimal, herannya kenapa anggaran yang dikeluarkan tidak minimal. Hal ini membuat pertanyaan di masyarakat. Lantas kemana anggaran tersebut diperuntukan?” tuturnya.

Selayaknya, menurut kajian Cepot, pemerintah mengeluarkan perbup dan mengutamakan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 untuk kepentingan masyarakat.

“Kita semua tahu, ada anggaran senilai Rp100 Milyar untuk penanganan Pandemi Covid-19. Tapi sampai sekarang masyarakat kecil belum menerima manfaat dari biaya penanganan ini,” jelas Ebes.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

Penanganan Covid-19 didasari dengan kegiatan Rapid Test masal, sehingga bisa dilakukan pemetaan kegiatan dan penanganan pun akan mudah dilaksanakan.

“Jadi uang Rp22 Milyar banyaknya itu dikemanakan? Jangan-jangan masuk ke kantong kepentingan politik,” bebernya.

Makin Ramai

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, menyebutkan, Pemda Cianjur tidak membuat Perbup karena sudah mengacu pada Pergub pemberlakuan PSBB Parsial.

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

“Perbup tidak dbuat karena kita mengacu pada pergub Kang,” paparnya kepada para wartawan yang tergabung di Grup Whatsapp Media Covid-19 Cianjur.

Sementara itu, pantauan Tim Cianjur Update, sejumlah ruas jalan protokol yang ada di Cianjur sangat dipadati oleh pengguna jalan baik sepeda motor maupun mobil. Bahkan dari kepadatan tersebut, beberapa ruas jalan seperti Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Taifur Yusuf, dan Jalan Suroso pun mengalami kemacetan.

Tidak hanya pantauan langsung, berdasarkan data yang dimiliki pada akun media sosial Cianjur Update seperti Instagram, setidaknya ada belasan warga yang mengupload keramaian yang terjadi pada ruas-ruas jalur di Cianjur.(riz/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{