Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Prof. Dr. Yus Rusyana Beri Panduan Menulis Puisi dan Bacakan Sajak “Sarébu Bulan” Dalam Bulan Bahasa Universitas Suryakancana

Terbit 7 Nov 2024 12:04 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Prof. Dr. Yus Rusyana Beri Panduan Menulis Puisi dan Bacakan Sajak “Sarébu Bulan” Dalam Bulan Bahasa Universitas Suryakancana — Cianjur Update
Cianjur Update Media

– Dalam rangkaian acara Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Suryakancana Cianjur, Kamis (7/11/2024), Prof. Dr. Yus Rusyana dan penulis muda Faisal Syahreza akhirnya bisa tampil bersama di Auditorium perguruan tinggi ternama di Cianjur ini.

Diskusi yang dihadiri sekitar 80 undangan dan peserta ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Acara yang dipandu oleh Indri Hidayati Putri, seorang mahasiswa PBSI Universitas Suryakancana tersebut yang mampu mengarahkan jalannya diskusi dengan renyah dan inspiratif.

Prof. Dr. Yus Rusyana, pakar bahasa dan sastra Indonesia, memulai acara dengan menyampaikan panduan menulis puisi berjudul “Petunjuk Menulis Puisi.” Pada kesempatan itu dengan gayanya yang khas menekankan pentingnya pengamatan lingkungan dan budaya sekitar sebagai sumber inspirasi dalam membuat puisi.

Iklan sevilage

“Puisi yang digubah harus berasal dari kehidupan masyarakat dan budaya yang ada di tanah air kita,” ujar Prof. Yus Rusyana.

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

Ia mengajak para peserta untuk memperhatikan keadaan alam, flora dan fauna, serta kegiatan masyarakat sebagai bahan utama dalam penciptaan puisi yang mencerminkan kehidupan.

Guru besar bahasa dan sastra penerima hadiah Sastra Sunda Rancage dari sastrawan sekaligus budayawan Ajip Rosidi untuk kumpulan cerpen Jajatén Ninggang Papastén ini, menyampaikan beberapa langkah praktis dalam membuat puisi, mulai dari penyusunan larik dan bait, pengaturan irama, hingga pemeriksaan persajakan yang membuat puisi lebih hidup.

Prof. Yus Rusyana juga menganjurkan agar para penulis muda selalu membaca ulang karya mereka untuk memastikan isi hati dan pesan yang ingin disampaikan benar-benar tercurahkan dalam bait-bait puisi.

Baca Juga
Pelepasan Peserta Didik PKBM Sarbini Berlangsung Meriah, 132 Siswa Resmi Lulus
Pendidikan · Berita terkait

“Jika ada perubahan, silakan tuliskan lagi,” katanya, mendorong para peserta untuk tidak ragu memperbaiki dan menyempurnakan karya mereka.

Sebelum presentasi, penulis Numahal ti Batan Inten (Kumpulan Puisi, 1980) itu sempat membacakan beberapa sajak salah satunya berjudul “Sarébu Bulan,” yang menggunakan bahasa Sunda. Ia bercerita sajak ini dibuat untuk menggambarkan perjalanan hidup manusia dalam refleksi kebersamaan dan kesendirian dengan bulan sebagai saksi abadi. Berikut penggalan sajak tersebut:

Sarébu Bulan
Dina hiji peuting urang jalan-jalan duaan, katilu bulan
Dina hiji peuting urang jalan-jalan duaan, sarébu bulan
Dina hiji peuting urang jalan-jalan sorangan, kadua bulan
Dina hiji peuting taya saurang nu jalan-jalan, ngan kari bulan

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

Sementara itu, Faisal Syahreza, penulis muda yang dikenal dengan karya-karya kontemporer nya yang diminati anak-anak muda, berbicara tentang tantangan generasi muda dalam mengekspresikan diri melalui puisi. Faisal pengalaman dan cara praktis membuat puisi dan menjadikan sastra sebagai media untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya.

Sebagai aktivis berbagai komunitas sastra dan teater, Faisal mengajak para peserta untuk menulis dari hati dan menjadikan karya sastra sebagai cerminan dari pemikiran dan pengalaman orisinal mereka sehari-hari.

Faisal juga menyampaikan kekagumannya terhadap panduan menulis dan karya Prof. Yus Rusyana. “Prof. Yus adalah sosok yang menginspirasi. Panduannya memberikan arahan yang mendalam tentang bagaimana kita bisa menciptakan puisi yang berarti,” ujar Faisal. (*)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{