Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

Praktisi Pendidikan Cianjur Dukung Peniadaan Study Tour di Sekolah

Terbit 26 Feb 2025 06:08 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Praktisi Pendidikan Cianjur Dukung Peniadaan Study Tour di Sekolah — Cianjur Update
Akademisi dari Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, Librianti Kurnia Yuki. (Foto: Istimewa)

 – Kebijakan Gubernur Jawa Barat terpilih yang melarang study tour mendapat dukungan dari praktisi pendidikan di Cianjur.

Larangan ini dianggap tepat karena study tour sering membebani siswa secara finansial.

Akademisi dari Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, Librianti Kurnia Yuki mendukung penuh kebijakan tersebut.

Iklan sevilage

Menurutnya, study tour kerap menjadi ajang kepentingan pribadi bagi oknum guru atau kepala sekolah.

Baca Juga
Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah
Pendidikan · Berita terkait

“Saya sangat mendukung penghentian study tour. Biasanya ada oknum guru atau kepala sekolah yang ikut serta tanpa biaya, sehingga ada unsur kepentingan pribadi,” ujar Librianti, yang baru meraih gelar doktor dengan nilai memuaskan.

Ia menyoroti biaya study tour ke luar daerah yang cukup tinggi. Sayangnya, fasilitas yang diberikan sering tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

“Anak saya dulu ikut study tour dengan biaya yang cukup besar, tetapi fasilitasnya kurang memadai. Tidur di hotel pun berlima dalam satu kamar,” ungkapnya.

Menurutnya, larangan study tour juga dapat mengurangi kesenjangan sosial di kalangan siswa. Banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa ikut karena keterbatasan biaya.

Baca Juga
Taklim Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Empat Ulama Internasional di Cianjur
Pendidikan · Berita terkait

“Di sekolah seperti SMAN 1 Cianjur, masih banyak siswa dari keluarga kurang mampu. Mereka sering kali tidak bisa ikut atau terpaksa meminjam uang agar bisa mengikuti kegiatan tersebut,” ujarnya.

Siswa yang tidak ikut study tour sering merasa tersisih dari pergaulan teman-temannya. Namun, mereka jarang mengungkapkan hal tersebut kepada pihak sekolah.

“Kondisi ini sering kali tidak sampai ke kepala sekolah. Apalagi jika anggaran study tour 2024 baru terealisasi di 2025, seharusnya lebih difokuskan ke kegiatan edukatif seperti outing class yang lebih inklusif,” pungkasnya.

Editor: Afsal Muhammad

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{