Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

PPS Desa Gadog Diduga Potong Anggaran Mamin TPS, Alasan PPS Dan PPK Kecamatan Pacet Berbeda

Terbit 29 Feb 2024 06:43 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
PPS Desa Gadog Diduga Potong Anggaran Mamin TPS, Alasan PPS Dan PPK Kecamatan Pacet Berbeda — Cianjur Update
PPS Desa Gadog Diduga Potong Anggaran Mamin TPS, Alasan PPS Dan PPK Kecamatan Pacet Berbeda (Ilustrasi: Pexels.com)

CIANJURUPDATE.COM – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Gadog, Kecamatan Pacet, diduga potong anggaran makan minum (mamin) sebesar Rp 150 ribu per TPS.

Hal itu pun dikeluhkan oleh Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Desa Gadog, Kecamatan Pacet.

Menurut salah satu anggota KPPS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, potongan anggaran tersebut diklaim untuk honor pamiyah atau linmas desa yang anggarannya sebesar Rp 810 ribu per TPS.

Iklan sevilage

“Katanya sih pemotongan honor mamin untuk setiap TPS Rp 150 ribu itu akan digunakan untuk bayar honor linmas desa,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Baca Juga
Bangun Harapan Pascakebakaran, Kolaborasi YBM PLN UP3 Cianjur dan YBM PLN UIP JBT Wujudkan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cibeber
Berita · Berita terkait

Dia mengaku uang pemotongan tersebut telah diambil langsung oleh PPS Desa Gadog sesudah hari perhelatan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Itu juga uang maminnya baru dibagikan oleh PPS sesudah Pemilu H+2,” ucapnya.

Menurut Ketua PPS Desa Gadog, Unang mengakui pihaknya potong anggaran mamin namun sifatnya partisipasi dan tidak memaksa.

“Kalau potongan mah tidak ada, ada juga partisipasi dari KPPS untuk honor pamiyah linmas desa, itu pun hasil kesepakatan para KPPS. Saya tidak memaksa untuk hal tersebut mah,” tulisnya melalui pesan singkat Rabu (28/02/2024).

Baca Juga
Pria Terindikasi ODGJ di Cilaku Tewas Diduga Gantung Diri
Berita · Berita terkait

Unang pun mengaku tidak merasa ada pemotongan. Akan tetapi, ia membenarkan soal KPPS berkontribusi untuk tambahan honorarium petugas keamanan yang menjaga kotak selama 5 hari.

“Karena honor petugas keamanan yang jaga kotak dan Standby di aula desa selama 5 hari sangat jauh nominalnya dibandingkan petugas keamanan dan ketertiban TPS,” kata dia.

Namun, suara berbeda muncul dari PPK Kecamatan Pacet. Ketua PPK Kecamatan Pacet, Hilman, mengatakan, potongan tersebut awalnya untuk pajak, namun selang berapa waktu KPU Cianjur mensosialisasiakn kembali bahwa potongan tersebut tidak jadi dikenakan pajak karena kurang dari Rp 2 juta.

“Iya awalnya pemotongan tersebut diperintahkan oleh KPU Cianjur, namun selang beberapa hari disosialisasikan kembali bahwa tidka ada pajak jika anggaran kurang dari Rp 2 juta,” ucapnya Selasa (25/02/2024)

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

Dia pun mempertegas bahwa uang hasil potongan sebesar Rp 150 ribu tersebuy sudah dikembalikan lagi oleh PPS masing-masing desa ke KPPS masing masing TPS.

Terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat KPU Cianjur, Rustiman menegaskan bahwa pemotongan di lingkungan KPPS tidak diperbolehkan.

“Pemotongan itu tidak diperbolehkan,” singkat dia.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Hasan Cacan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{