Perahu Menabrak Bambu di Waduk, Pedagang Kopi Hilang Diduga Tenggelam di Perairan Maniis Cianjur
CIANJURUPDATE.COM — Seorang pedagang kopi dan makanan ringan bernama Gece, warga Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di perairan Kampung Cimanggu RT 001/RW 001, Desa Pasirjambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/7/2026) dini hari.
Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban diketahui sedang mengoperasikan perahu untuk berjualan kopi dan makanan ringan kepada warga yang berada di sekitar kawasan perairan waduk. Namun, di tengah perjalanan, perahu yang ditumpanginya mengalami kecelakaan hingga menyebabkan korban terjatuh ke dalam air.
Kepala Kantor Siaga SAR Kabupaten Cianjur, M. Andika Zein, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima, kecelakaan diduga terjadi setelah perahu korban menabrak bambu yang berada di jalur perairan. Benturan tersebut membuat perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

“Diduga perahu yang ditumpangi korban menabrak bambu yang berada di jalur perairan hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik. Akibatnya, korban terjatuh ke dalam waduk dan diduga tenggelam,” ujar Andika, Selasa (28/7/2026).
Menerima laporan dari warga dan saksi di lokasi kejadian, Kantor Siaga SAR Cianjur segera mengerahkan personel menuju lokasi. Tim kemudian melakukan asesmen awal, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta menyusun rencana operasi pencarian terhadap korban.
“Setelah menerima laporan dari warga dan saksi, kami langsung melakukan asesmen di lokasi, berkoordinasi dengan unsur terkait, kemudian melaksanakan pencarian dan penyisiran di area kejadian. Apabila korban ditemukan, akan segera dilakukan proses evakuasi,” katanya.
Hingga Selasa siang, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu, sekaligus memperluas area pencarian untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Siaga SAR Cianjur, pemerintah desa, masyarakat setempat, Satpol PP, serta Komunitas Potensi SAR (Kopansa). Proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan atau sesuai dengan prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.
“Saat ini korban masih dalam pencarian. Pencarian melibatkan unsur SAR bersama pemerintah desa, masyarakat setempat, Satpol PP, serta Kopansa,” pungkas Andika.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


